Tegaskan Kebun Raya Tak Boleh Disentuh, Sumendap: Silahkan Menambang di Luar Kebun Raya

RATAHAN, (manadotoday.co.id) – Dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) lakukan penertiban aktivitas pertambangan ilegal di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Kecamatan Ratatotok, Kamis (17/9/2020).

Dikatakan Bupati, penertiban aktivitas tambang ilegal di kebun raya dikarenakan sudah sangat merusak lingkungan, serta adanya perkembangan COVID-19 yang tidak normal di Kecamatan Ratatotok, di mana setelah di tracking ternyata ada hubungannya dengan areal pertambangan.

“Sekali mendayung dua pulau terlalui, kita lakukan penertiban ini, sambil beri pemahaman kepada masyarakat. Kita bersyukur kepada Tuhan karena masih banyak yang mencintai negara ini. Hari ini jadi langkah terakhir kami karena ke depan, akan ada penindakan,” ungkap James Sumendap, saat memimpin langsung penertiban tersebut.

Dirinya mengungkapkan, memahami keadaan ekonomi masyarakat, terlebih warga Ratatotok sehingga tidak akan ditutup tambang di luar kebun raya.

“Ingat baik-baik! Saya tidak akan menutup tambang lainnya, tetapi tidak boleh mengganggu Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Pemerintah dan masyarakat Ratatotok harus bersatu,” tegas Gladiator Politik ini.

Menurutnya, tindakan ini diambil usai kesepakatan bersama dengan Forkopimda, di mana diberikan waktu dua Minggu untuk sosialisasi dan hari ini akhir dari sosialisasi tersebut.

“Akan tetapi dalam kurun waktu 30 hari ke depan, jika masih ada aktivitas pertambangan di Kebun Raya, saya akan tutup semua aktivitas pertambangan ilegal di Mitra,” pungkas Bupati Mitra dua periode ini.

Baca Juga:
1 of 1.172

Adapun kehadiran Pihak Kepolisian dan TNI pada kegiatan tersebut tidak untuk melakukan tindakan di wilayah kebun raya, tetapi hanya mengambil dokumentasi.

Walau demikian, Camat Ratatotok dan Kepala UPTD Kebun Raya Megawati Soekarnoputri akan terus mengawasi dan melaporkan secara tertulis ke pihak Kepolisian jika ke depan masih ada aktivitas tambang di Kebun raya.

“Ke depan kami tidak akan jemput lagi di lokasi ini, tapi secara patut sesuai dengan KUHP maka akan dipanggil di rumah masing-masing dan pihak Kepolisian akan memprosesnya,” jelasnya.

Ketegasan ini harus diambil pihaknya karena sepeninggal PT Newmont, berkat rekonstruksi, revitalisasi tambang, kebun raya Jadi ini areal khusus dan terlarang, serta tidak diizinkan siapa pun yang masuk dan melakukan aktivitas selain untuk tujuan wisata dan penelitian.

“Jadi ini dasar pijakan hukum ketika Menteri Kehutanan memberikan izin bahwa pengelolaan kebun raya diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” katanya.

Sehingga menurutnya, jika ke depan masih ada yang melanggar maka ada dua ketentuan yang bakal dikenakan, yakni UU Minerba dan Lingkungan Hidup.

“Kalau dua itu pun lolos, masih ada dua pasal lagi, yakni perusakan dan pidana umum. Karena itu saya minta dukungan perangkat desa, pemerintah, serta tokoh masyarakat dan agama agar memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tutupnya.(ten)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More