Kunker Ke Talaud, Kandouw Serahkan Bantuan PKH Rp.2,9 Miliar

Reporter : | 31 Mei, 2018 - 10:45 pm WITA

MELONGUANE, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, mengunjungi Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu kemarin. Pada kesempatan itu, Kandouw menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebersar Rp.2,9 Miliar.

Seperti diketahui, bantuan sosial PKH ini adalah salah satu program unggulan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi sehingga generasi berikut dapat keluar dari kemiskinan.

“Bantuan PKH tahap 2 ini, akan diserahkan kepada 5950 keluarga di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan jumlah nominal Rp. 2,975,000,000 miliar,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Sulut dr. Rini Tamuntuan.

Pada kesempatan itu pula, Kandouw yang turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Devi Kartika Kandouw-Tanos serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov, melakukan pertemuan dengan cabang pendidikan daerah di Talaud bersama para Kepsek dan guru-guru tingkat SMA/SMK sederajat di Melonguane.

Kandow mengapresiasi para Guru yang dengan semangat terus mengabdi dan berusaha meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Namun, Kandouw juga mengkritisi kinerja para guru di Sulut lebih khusus di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut dia, Indeks Pendidikan Talaud saat ini berada diurutan terakhir dari 15 Kab/Kota di Sulut. Hal ini disebabkan rendahnya kualitas tenaga pendidik bahkan masih ada oknum pendidik yang tidak serius dalam bekerja.

“Kalu ada kelas yang gurunya berhalangan, guru lain harus bertanggungjawab menggantinya. Jangan cuma sibuk dengan ba FB, WA deng ba karlota,” ucap Kandouw, sembari menegaskan harus kerja keras supaya anak-anak di Talaud jadi Hebat.

Masalah pendidikan di Talaud lanjut Kandouw, sangatlah serius. Harus dan wajib diperbaiki kualitas tenaga pendidikan, di dalamnya disiplin dan integritas karena penghargaan dari pemerintah sangat besar.

Disampaikan Kandouw lagi, jangan sampai terjadi disorientasi di kalangan pendidik yang berbondong-bondong ingin jadi kepsek karena berharap mengelola Dana BOS dan DAK dan melupakan tugas utama yang luhur dan mulia yaitu sebagai pendidik.

Kacabdin Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut di Kabupaten Kepulauan Talaud,  dalam laporannya menyampaikan, di Talaud ada 36 SMA, 10 SMK, 2 SLB, 4 SMTK dan ada sebanyak 716 tenaga pendidik non pendidik.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pengembangan dunia pendidikan serta keikutsertaan dalam berbagai agenda pendidikan. Namun di Tahun 2018, Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi juara cerdas cermat 4 pilar Provinsi Sulut. Ini bukti bahwa semangat kami tidaklah kecil sekalipun kami ada di bagian terpencil negeri ini,” terang Pasiak. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.