Teror Bom di Surabaya, IWO Sulut Keluarkan Pernyataan Sikap

Reporter : | 14 Mei, 2018 - 7:51 pm WITA

victor rarung, iwo sulut

Ketua IWO Sulut, Victor Rarung.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulut, mengeluarkan pernyataan sikap terkait aksi teror bom yang terjadi di Surabaya.

Ketua IWO Sulut Victor Rarung menegaskan, teror bom di Surabaya dan ledakan bom di Sidoarjo menguatkan indikasi bahwa ancaman terorisme sangatlah nyata.

“Ini benar-benar brutal yang tidak berprikemanusiaan yang tidak dapat ditolelir lagi.” tegas Rarung.

Menurutnya, tindakan yang diluar batas kemanusian harus segera tindak lanjuti seluruh aparat Polri dan TNI dengan mengerahkan seluruh kekuatan intelejen untuk mengungkap siapa dan kelompok mana di balik pengeboman umat Nasrani yang sedang menjalankan ibadah raya pada hari Minggu.

”Persoalan bukan soal agama. Ini kejahatan kemanusiaan dan ini harus segera diatas dengan tuntas,agar rakyat tidak dihantui oleh rasa takut yang berkepanjangan lagi,” kata Rarung.

Ia menambahkan, IWO Sulut menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam serta berdoa agar keluarga yang menjadi korban kebiadaban kelompok yang tidak berprikemanusiaan itu dapat ketabahan dan penghiburan dari Sang Pencipta.

“Kami juga berharap agar masyarakat Sulut tidak mudah terprovokasi dan dipecah bela,” tandas Rarung.

Berikut pernyataan sikap IWO Sulut atas tragedi berdarah di Surabaya:

1. Mengutuk keras dan mengecam
keras tindakan tidak berprikemanusian yang menimbulkan korban nyata dan luka-luka itu.

2. Meminta agar Kapolda Sulut bersama jajajaran TNI serta unsur keamanan lainnya di Sulut terus bersinergis dengan memberikan rasa aman dan nyaman khususnya pada saat umat beragama menjalankan kegiatan peribadatan dengan melakukan langkah antisipasi dini terhadap ancaman terorisme.

3. Agar seluruh jurnalis Online di Sulut untuk Tidak mengeksploitasi/menshare visual berdarah korban tragedi bom pada setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.

4. Dalam setiap pemberitaan junalis Online di Sulut melakukan secara berimbang dengan mengacu pada kode etik jurnalis dan mengkonfirmasi setiap informasi khususnya terkait teror bom.

5. Agar para Jurnalis Online di Sulut tidak turut menyebarkan dan men-share gambar atau video korban teror bom di media sosial apapun bentuk dan alasanya.

6. Agar para Jurnalis online harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus memberikan informasi yang benar,berimbang dan menyejukkan serta menghindari kesan menakut-nakuti masyarakat. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.