Sulut Tuan Rumah Konferensi Gereja Asia 2018

Reporter : | 17 Okt, 2017 - 12:09 am WITA

Wagub Kandouw Hadiri Penutupan CCA di Yangon Myanmar

SULUT, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, wakili Gubernur Olly Dondokambey pada acara penutupan Christian Conference of Asia (CCA) 2017, di Yangon Myanmar, Minggu (15/10/2017) waktu setempat.

Tuan Rumah Konferensi Gereja Asia 2018

Christian Conference of Asia (CCA) 2017, di Yangon Myanmar.

Pada kegiatan yang merupakan mandat dari Dewan Gereja Asia yang merupakan agenda kerja Dewan Gereja Dunia ini, salah satu hasil dari CCA adalah memutuskan Indonesia, dalam hal ini Sulut sebagai tuan rumah Konferensi Gereja Asia 2018.

Pada pertemuan itu pun, Wagub Kandouw bersama Ketua BPM/S Sinode GMIM Pdt. HWB Sumakul menerima mandat Sulut menjadi tuan rumah CCA 2018 dari Dewan Gereja Asia tersebut, dalam hal selaku pelaksana yakni Pemerintah Daerah bersama Sinode GMIM.

Kandouw ketika diberikan kesempatan membawakan kata sambutan di hadapan ribuan peserta konferensi, mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih pada peserta konferensi, Dewan Gereja Asia dan Dewan Gereja Dunia yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan CCA tahun 2018 nanti.

Harapan Kandouw, pelaksanaan CCA di Sulut akan berlangsung dengan baik dan lancar, sehingga akan menunjukkan pada dunia bahwa keadilan sosial bagi seluruh umat beragama di Indonesia sangat dijunjung tinggi.

“Kesuksesan acara di Sulut nanti, akan memberikan dampak positif bagi Sulut yang terus mendapat perhatian dari dunia internasional, begitu pun pada pemerintahan Republik Indonesia yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo yang semakin menegaskan pada dunia internasional,” jelasnya.

“Ini menunjukkan bahwa Republik Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi warganya sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara kita merupakan negara yang menjunjung tinggi kebersamaan serta toleransi antar umat beragama, dengan sangat welcome dan menghormati siapa pun termasuk kaum minoritas,” tukas Kandouw lagi.

Disinggung soal waktu dan tempat pelaksanaannya, baru akan dibahas usai rombongan Sulut kembali dari Yangon Myanmar, karena selain CCA, juga akan dirangkaikan dengan pelaksanaan pertemuan Majelis Pemuda-pemuda Dunia dan Peringatan Paskah Asia.

“Jadi kemungkinannya pada pelaksanaan Paskah antara April-Mei 2018,” terang Kandouw.

Secara garis besar bahwa pada CCA di Yangon Myanmar yang berlangsung sepekan itu, membicarakan soal isu-isu kemanusiaan yang terjadi dunia saat ini .Soal kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dunia saat ini, menjadi pembicaraan pada pertemuan ini

Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari PGI, komisi-komisi Gereja di Indonesia, termasuk dari Sulut, serta ikut mendampingi Wagub, Asisten III Roy Roring, Asisten I John Palandung dan Kadis Pendidikan Sulut Gammy Kawatu, dan Staf Khusus Gubernur, Pdt. Lucky Rumopa. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.