Silangen Wakili Gubernur Olly Hadiri Pertemuan Tahunan BI

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia
Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, foto bersama Presiden RI Joko Widodo, usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Sekdaprov Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen, mewakili Gubernur Olly Dondokambey, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018, yang dilaksaakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Kegiatan dengan tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan” dibuka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutannya, sederet pujian dilontarkan Presiden Jokowi ke otoritas moneter yang menurutnya berhasil menjaga stabilitas rupiah.

“Selamat kepada Bapak Gubernur dan segenap jajaran BI. Karena gejolak global, BI terus membela kurs rupiah. Kita sadar betul betapa beratnya pertempuran hari ke hari minggu ke minggu bulan ke bulan,” ujarnya.

“BI intervensi pasar, naikkan bunga guna menstabilkan rupiah lawan dolar AS. Sekarang terbukti, rupiah menguat signifikan. Sekarang sudah kembali ke kisaran Rp 14.500 per dolar AS,” ungkap Presiden Jokowi.

Ia pun menyanjung langkah BI lebih jauh yang tiba-tiba pada 15 November 2018 menaikkan bunga acuannya. Menurut Jokowi langkah BI sangatlah berani.

“Gubernur BI kembali menunjukkan keberaniannya memberikan kejutan pasar dengan naikkan bunga rupiah 0,25 persen menjadi 6 persen,” kata Jokowi.

“Yang saya anggap berani bukan besarnya kenaikan tapi kejutannya itu. Saya lihat pasar kaget dan ini disambut positif pasar,” terangnya.

Persepsi BI, sambung Jokowi yang disambut pasar positif ini menunjukkan ketegasan dan determinasi untuk membentengi rupiah. “Kita sebut dalam keseharian, taring BI keluar,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, 2018 merupakan tahun penuh tantangan bagi ekonomi Indonesia. Sebab, di tengah upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi global justru bergerak penuh ketidakpastian.

“Kami sedang mendorong momentum perekonomian nasional, ekonomi global bergerak penuh ketidakpastian. Tiga hal penting perlu kita cermati. Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup tinggi 2018 kemungkinan melandai di 2019,” ujar Perry.

Agenda PTBI turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Kepala BI Sulut Soekowardojo, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta dan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Franky Manumpil. (ton)