Mewoh: Dana Desa Dikonversi pada 3 Program Prioritas

Royke Mewoh
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulut Royke Mewoh.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulut Royke Mewoh menyatakan, guna menangkal penyebaran wabah Covid-19 di Sulut ada beragam program dan pembiayaan yang dilakukan pemerintah, salah satunya Dana Desa.

Pemanfaatan Dana Desa yang bersumber dari pemerintah pusat menurut Mewoh, dapat dikonversi pada 3 program prioritas.

“Tiga program prioritas utama untuk pemanfaatan Dana Desa, yaitu Pertama Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Kedua, Penangan Covid-19 dan Ketiga, Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ujarnya, Rabu (22/4/2020).

Dikatakan Mewoh, pelaksanaan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) langsung dilakukan pembayaran dan tidak boleh bersifat hutang. Karena program PKTD menyasar banyak orang sekaligus dalam satu kali pelaksanaan, skema pemberian upah bisa harian atau mingguan atau bentuk lain yang disepakati.

Baca Juga:
1 of 1.262

Lanjut Mewoh, untuk program Penanganan Covid-19, setiap desa wajib menyediakan sarana dan prasarana, diantaranya tempat cuci tangan dan masker ataupun bentuk lain (penyemprotan desinfektan) terkait penanganan Covid-19.

Sedangkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan kepada anggota masyarakat di desa yang terdampak Covid-19 yang dinilai sangat perlu dibantu. Akan tetapi yang bersangkutan bukanlah penerima bantuan dari Dinas Sosial seperti bantuan non pangan dan PKH.

“Jadi diinventarisir masyarakat mana yang benar-benar terdampak Covid-19 yang membutuhkan bantuan ini (BLT). Nilainya sebesar Rp600.000/bulan selama 3 bulan. Untuk selanjutnya, tunggu petunjuknya apakah diperpanjang atau tidak,” terang Mewoh.

Ia menambahkan, sementara untuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan seperti di pulau Marore dan Miangas ataupun pulau lain, dimana tidak ada bank, pemberian BLT ini langsung secara tunai.

“Karena sistem pemberian BLT harus ada rekening sendiri, maka untuk penerima BLT di daerah kepulauan yang jauh dari bank, diberikan secara langsung (tunai) dan bukan melalui rekening. Karena ada pertimbangan sosial dan pertimbangan lokasi dari warga penerima BLT,” kata Mewoh. (ton)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.