Kenakan Pakaian Adat Sangihe, Gubernur Olly Irup Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut

Kenakan Pakaian Adat Sangihe, Gubernur Olly Irup Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut
Gubernur Olly Dondokambey mengenakan pakaian adat Sangihe, ketika bertindak sebagai Irup peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) genap usia 56 Tahun, Rabu (23/9/2020).

Perayaan ulang tahun ini, diperingati dengan upacara bendera yang dipimpin langsung Gubernur Olly Dondokambey, di halaman kantor gubernur Sulut Jl. 17 Agustus Manado.

Baca Juga:
1 of 2.367

Dalam upacara tersebut, Gubernur Olly bersama sang istri tercinta Ketua TP PKK Sulut Ibu. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, tampil kompak mengenakan pakaian adat Sangihe dan tak lupa mengenakan masker.

Bukan tanpa alasan Olly memakai baju adat Sangihe. Pasalnya, Olly telah dianugerahi gelar adat “Pinuaheng Bulaeng Mamenongkati” yang berarti “Cahaya Emas dari Utara” dari masyarakat Sangihe saat perayaan Tulude di Manado pada tahun 2016 lalu.

Gelar ini memiliki makna filosofi: “Seorang pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Sulut khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Bulaeng Natuahe Su Mamenongkati).

Kenakan Pakaian Adat Sangihe, Gubernur Olly Irup Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut
Gubernur Olly Dondokambey, Ketua TP PKK Sulut Ibu. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, Ketua DWP Sulut Ivonne Silangen-Lombok, mengenakan pakaian adat pada perayaan HUT ke-56 Provinsi Sulut.

Olly dalam sambutan, mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai momentum refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.

“HUT Provinsi pada tahun ini kita peringati dalam nuansa yang berbeda dan sederhana,  karena pandemi Covid-19. Kita rasakan sendiri,  jika semarak menyambut dan merayakan HUT Provinsi kali ini, tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Namun dalam kondisi apapun, selayaknya kita mampu mensyukuri dan memaknai peringatan HUT ke-56 Provinsi tercinta kita ini, sebagai momentum refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh
founding fathers, para pendahulu kita,” kata Olly.

Olly menuturkan, diusia 56 tahun Provinsi Sulut, spirit persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun bangsa dan daerah harus tetap terjaga agar progres pembangunan di Sulut akan semakin baik, yang pada muaranya dapat menjadikan Sulut semakin hebat lagi.

“Menjadi harapan, dalam peringatan momentum bersejarah hari ini, seluruh masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, akan bersama-sama larut  dalam suasana sukacita melintasi sejarah panjang Sulawesi Utara yang semakin mapan diusia 56 tahun, sambil memaknai tahapan demi tahapan pembangunan yang berkelanjutan, serta menyatakan tekad, sikap  dan komitmen untuk terus berjuang bersama, bergotong royong, bersatu padu memberikan kerja  dan karya yang paripurna, demi kemajuan daerah, perkembangan pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Kenakan Pakaian Adat Sangihe, Gubernur Olly Irup Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut
Ketua TP PKK Sulut Ibu. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, mengenakan pakaian adat pada perayaan HUT ke-56 Provinsi Sulut.

Lanjut Olly, realita membuktikan bahwa kemajuan yang signifikan Provinsi Sulut tahun demi tahun hingga hari ini genap berusia 56 tahun, diraih karena stabilitas keamanan daerah yang kondusif dan terkendali; toleransi antar umat beragama yang terus terjaga; kerukunan di tengah masyarakat yang terpelihara; serta solidaritas dan semangat gotong-royong seluruh rakyat Sulawesi Utara  yang senantiasa menggelora.

“Bahkan survei Setara Institute dan survei indeks kerukunan  umat beragama Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir ini, menjadikan Provinsi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah paling rukun dan paling toleran di Indonesia,” tandasnya.

Olly juga menerangkan bahwa kemajuan daerah yang mampu tercipta secara signifikan, ditopang oleh geoposisi wilayah Sulut yang berada di bibir pasifik, serta kebijakan strategis pembangunan daerah dan optimalisasi sektor-sektor unggulan Sulut, antara lain seperti pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan dan pariwisata.

“Dengan semangat kerja bersama dan  gotong royong kita selama ini, kita berhasil mewujudnyatakan sejumlah program pembangunan, yang pencapaiannya sangat menggembirakan. Indikator makro ekonomi Provinsi Sulawesi Utara senantiasa menunjukan progres positif,” terang Olly.

Kenakan Pakaian Adat Sangihe, Gubernur Olly Irup Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulut
Jajaran Forkopimda, pejabat Pemprov Sulut serta tamu dan undangan yang mengikuti upacara perayaan HUT ke-56 Provinsi Sulut.

Lebih lanjut, Olly menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter dan perawat, seluruh petugas  di rumah sakit, laboratorium, klinik-klinik kesehatan, dan rumah isolasi, kepada tokoh masyarakat, para relawan, awak media, aparat TNI dan Polri, serta para ASN di daerah Bumi Nyiur Melambai, atas perjuangannya untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang terjangkit, dan mencegah kematian akibat Covid-19.

Adapun upacara HUT ke-56 Provinsi Sulut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, Ketua DWP Sulut Ivonne Silangen-Lombok, para pejabat Pemprov Sulut, jajaran BUMN, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (advetorial)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.