TONDANO, (manadotoday.co.id) – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH, mendapatkan kesempatan untuk memberikan masukan terkait keberadaan GMIM pada Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ke-78 di Wale Ne Tou Minahasa di Tondano Selasa (17/5/2016).
Di depan peserta SMSI, Sumendap mengatakan Sinode harus mengkaji dan menyusun data pertumbuhaan jemaat di masing-masing gereja sehingga GMIM mempunyai data terkait jumlah jemaat.
“Ada baiknya jika pendataan itu dilakukan tak hanya setiap tahun namun diperbaharui tiap bulan termasuk melihat dari partisipasi anggota jemaat di gereja,” katanya.
BACA JUGA:
Warga Diminta Awasi Penggunaan Dana Desa
Walikota Bitung Tegaskan Larangan Penggunaan Ranmor Bagi Pelajar Yang Tak Miliki SIM
Tak Diminati, Pendaftaran Calon Ketua KNPI Tomohon Diperpanjang Hingga Jumat
Sekda: ASN Harus Domisili di Minahasa Tenggara
Hujan Lebat, Sejumlah Ruas Jalan di Minsel Longsor dan Nyaris Putus
Di sisi lain, menurut Sumendap, dalam pengelolaan aset dan keuangan, termasuk pengelolaan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang menjadi milik GMIM agar lebih terbuka khususnya bagi jemaat.
Sementara itu terkait dengan pengembangan GMIM yang akan memperluas pelayanannya ke luar daerah sampai Go-Internasional, Sumendap mengaku memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
Sumendap mengakui selama ini dirinya bersama Wakil Bupati memberikan dukungan penuh bagi pelayanan GMIM, termasuk untuk kegiatan-kegiatan gereja yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara.
“Kami mempunyai komitmen terhadap pelayanan GMIM di Minahasa Tenggara baik itu fisik maupun non fisik, bahkan terlibat dan bertanggung jawab langsung dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” tukas Sumendap. (ten)