JPAR Beribadah Bersama Jemaat GMIM Berbahasa Batak di Manado

Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) saat didoakan majelis jemaat dalam rangka pencalonannya sebagai Wali Kota Manado

MANADO, (manadotoday.co.id) – Keinginan jemaat GMIM Berbahasa Batak di Manado untuk bertemu langsung dengan calon Wali Kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) akhirnya terwujud. Pertemuan tersebut tercipta dalam ibadah Minggu yang dipimpin Ketua Komisi PKB Sinode GMIM Pnt. G.S Vicky Lumentut yang juga dihadiri oleh mantan Rektor Unima tersebut.

KPU TOMOHON

Mengambil pembacaan Alkitab 2 Raja-raja 23 : 1-14, Lumentut dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk meneladani apa yang dilakukan Raja Yosia yang dengan tegas menolak dan membersihkan kehidupan umat Yehuda bahkan Israel dari penyembahan berhala.

“Mari kita jauhkan pikiran dan perbuatan kita dari dosa. Jangan pernah kita memberikan kesempatan kepada dosa mengusai diri kita,” ajak Lumentut.

Akibat penyembahan berhala berlebihan yang dilakukan bangsa Yehuda bahkan Yerusalem lanjut Lumentut, maka murka Tuhan Allah berlaku dalam kehidupan mereka.

BAWASLU TOMOHON

“Seluruh daerah Yehuda bahkan Jerusalem hancur karena murka Tuhan Allah berlaku dalam kehidupan mereka,” kata Lumentut.

Dalam kaitan dengan jemaat GMIM Berbahasa Batak di Manado, firman Tuhan hari ini lanjut Lumentut mengajak seluruh jemaat untuk melakukan reformasi diri secara pribadi, persekutuan bahkan kelembagaan.

“Hanya dengan hidup benar dihadapan Tuhan Allah maka kita akan diberkati bahkan dibaharui dari berbagai aspek,” kata Lumentut sambil mengingatkan betapa pentingnya hidup takut akan Tuhan Allah dan menjadi garam dan terang bagi sesama.

Setelah ibadah, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) didoakan majelis jemaat dalam rangka pencalonannya sebagai Wali Kota Manado.

“Kami bersyukur memiliki calon pemimpin kota Manado kedepan yang takut akan Tuhan. Ini adalah komitmen iman kami sebagai warga gereja,” ujar Bensar Pardede, salah satu warga Batak di Manado.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.