In House Training Metode Belajar Baru di SMK N 1 Bitung

Siswa kelas 12 jurusan TKJ 1 saat menjalankan program PKL baru di Laboratorium Komputer Sekolah. (Foto: Alfonds)

BITUNG, (manadotoday.co.id) – Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bitung, menggelar Praktek Kerja Lapangan (PKL), dengan penerapan program baru “In-House Training”.

Metode baru dalam pelaksanaan PKL di tengah Pandemi Covid-19, yang mengharuskan siswa melakukan praktek di lingkungan sekolah di wilayah Kecamatan Maesa, dengan menghadirkan tenaga pengajar external sekolah.

Siswa kelas 12 TKJ 1, Nurjana Latadang menjelaskan, dirinya excited dengan pelaksanaan metode PKL yang telah dilaksanakan saat ini.

Baca Juga:
1 of 494

“Sangat jauh berbeda dengan cara belajar sebelumnya, kali ini metode sangat mudah karna langsung dengan praktek. Ada banyak hal baru yang didapat dalam pengenalan ilmu komputer di kegiatan PKL saat ini,” ujar Nurjana yang mempunyai cita-cita ketika lulus nanti akan melanjutkan kuliah di salah satu Universitas di Jogja.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bitung, Meiske Jemima Makadada, melalui Kepala Program Studi TKJ, Daniel Rompas menyampaikan, disituasi pandemi saat ini, oleh pihaknya mencari solusi, agar supaya para siswa aman dari penyebaran covid-19 dan tetap dapat melaksanakan praktek lapangan seperti biasanya dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“In House Training, merupakan program baru, sekolah dalam melakukan PKL ditengah pandemi, program ini mewajibkan siswa melakukan praktek langsung dilingkungan sekolah dengan menghadirkan tenaga pengajar external yang merupakan mitra sekolah dan dibantu oleh tenaga pengajar sekolah jurusan TKJ,” ungkap Daniel saat ditemui, Senin (26/10/2020).

Ia melanjutkan, pada tahun pembelajaran sebelumnya, sebelum pandemi covid-19 siswa diterjun langsung di lapangan (tempat praktek dari mitra sekolah).

“Walaupun dilaksanakan di sekolah, namun protokol kesehatan pandemi covid-19, tetap diutamakan dan wajib dilakukan,” ungkapnya seraya menambahkan sebanyak 2 kelas yang terdiri 30 siswa perkelasnya dan dibagi menjadi 2 kelompok belajar. (alo)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.