Rapat Kesiapan Hari Raya Keagamaan di Sulut, Gubernur Olly dan Forkopimda Sepakat Patuhi Surat Edaran Menag RI

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, FKUB Sulut, Hari Raya keagamaan, Pandemi Covid-19, Lebaran Tahun 2021, Kenaikan Isa Almasih,

Gubernur Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw, ketika rapat bersama FKUB dan Forkopimda Sulut, dalam rangka kesiapan menghadapi Hari Raya keagamaan di tengah masa Pandemi Covid-19, di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Selasa (4/5/2021).

SULUT, (manadotoday.co.id) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey memimpin rapat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut dan Forkopimda Sulut, dalam rangka kesiapan menghadapi Hari Raya keagamaan di tengah masa Pandemi Covid-19.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Selasa (4/5/2021), dibahas pengamanan Masa Lebaran Tahun 2021 dan Kenaikan Isa Almasih, serta Penanganan Covid-19 di Sulut.

Menurut Olly, dirinya bersama Forkopimda Sulut sudah pula membicarakan terkait Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah/2021.

Dalam SE Menag dikatakan Olly, jelas disampaikan bahwa dapat melaksanakan Shalat Idul fitri di Masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 setempat.

“Artinya masih diserahkan juga kepada gugus tugas masing-masing, untuk melihat dan mengatur langkah-langkah di dalam menjalankan acara hari raya keagamaan,” ungkapnya.

Disampaikan Olly, dirinya bersama Forkopimda Sulut sepakat mengikuti dan mematuhi SE Menag RI.

“Sementara dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 2021 itu, untuk acara malam takbiran dilaksanakan tapi tidak konvoi, atau dilaksanakan di masjid-masjid setempat,” terangnya.

Menurut Olly lagi, berdasarkan pula data laporan Satgas Covid-19 per tanggal 3 mei 2021 tidak ada kasus bertambah, yang sembuh 9 orang dan tidak ada yang meninggal.

“Artinya memang sudah hampir sebulan ini Covid-19 di Provinsi Sulut situasinya dalam terkendali, tapi kalau kita melihat pengalaman seperti di negara India kemarin suasananya memang sudah terbuka sehingga pemerintah disana mengijinkan untuk melaksanakan acara keagamaan secara besar-besaran dan akibatnya banyak masyarakatnya terkena dampak Covid-19,” terangnya.

Diketahui, pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Kakanwil Kemenag Sulut Anwar Abubakar, Ketua MUI Sulut, Ketua PHBI Sulut dan Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa. (ton)

Leave A Reply

Your email address will not be published.