OD – SK Gelar Ibadah Syukur 1 Tahun Periode Kedua, Gubernur Olly: Keharmonisan dan Sinergitas Harus Selalu Dijaga

Olly Dondokambey, Steven O.E. Kandouw, OD – SK,
Gubernur Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, memberikan sambutan pada ibadah syukur HUT ke-1 kepemimpinan di periode kedua, di Tonsaru Tondano, Selasa (15/2/2022).

SULUT, (manadotoday.co.id) – Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw (OD – SK), menggelar ibadah syukur HUT ke-1 kepemimpinan di periode kedua, di Tonsaru Tondano, Selasa (15/2/2022).

Ibadah syukur yang dilaksanakan secara sederhana, dipimpin Khadim Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina.

Olly dalam sambutannya, memberikan ucapan terima kasih atas topangan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sinergitas pemimpin kabupaten dan kota di Sulut.

“Kami sangat berterima kasih. Saya dan Pak Wakil Gubernur banyak ditopang Forkopimda dan sinergitas kabupaten/kota. Ditopang dari semua, sehingga rumah besar bisa berdiri kokoh di puncak,” ujar Olly, didampingi Wagub Kandouw.

Dikatakan Olly, kerja keras semua pihak dapat dirasakan masyarakat. Serta Pemprov Sulut, mendulang banyak penghargaan.

“Dapat kita rasakan bersama dengan masyarakat merasakan adanya pembangunan,” imbuhnya.

Olly berharap, keharmonisan dan sinergitas yang terjalin tetap terjaga. Menjaga apa yang sudah kita dilaksanalan agar hasil baik bisa dirasakan masyarakat.

“Kalau kita tekun tidak mustahil di mata Tuhan. Contohnya, era pandemi kita bisa menaikan pertumbuhan ekonomi daerah. Semoga kami mampu menjadi motivasi, inspirasi dari pemerintah daerah. Karena pemimpin memberikan contoh keteladanan bagi masyarakat agar,” terangnya.

Diketahui, usai dilantik pada tanggal 15 Februari 2021 tahun lalu, banyak prestasi yang ditorehkan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw (OD – SK).

Kendati di masa pandemic, kepemimpinan OD-SK semakin dipercaya oleh dunia usaha. Sulut mampu mencatat Investasi sebanyak Rp. 5, 948 triliun yang melampaui target investasi yang di tetapkan pemerintah pusat atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPMRI).

Secara Nasional, dan untuk Sulut target 5,5 Triliun dan (RPMJ) Provinsi Sulut sebesar 3, 750 triliun. Terobosan untuk mendongkrak ekonomi daerah di tengah pandemi pun terus dilakukan, diantaranya terkait dengan industri pertanian dan perikanan.

Termasuk juga di dalamnya pembangunan pelabuhan perikanan dan fish market bertaraf internasional di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

Selain itu, Pemprov Sulut mempercepat penyelesaian pembangunan Tol Manado-Minut-Bitung, Perluasan Bandara Sam Ratulangi, KEK dan IHP Pelabuhan di Bitung, KEK Pariwisata di Likupang, Bendungan Kuwil-Kawangkoan dan Manado Outer Ringroad.

Semua ini semakin memposisikan Sulawesi Utara sebagai daerah yang konsisten mengalami kemajuan yang tentu bisa berdampak pada posisi tawar yang menguntungkan bagi Sulawesi Utara dan disegani oleh daerah lain bahkan dunia.

Keberhasilan dan kesuksesan Olly Dondokambey sebagai gubernur bersama wakil gubernur Steven Kandouw dalam memajukan bumi Nyiur Melambai tak lepas dari beberapa hal diantaranya, secara konsisten selalu terjaga kekompakan, solid dan keharmonisan antara gubernur dan wakil gubernur dalam memimpin dan melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya, disertai dukungan aparat yang kompak dan solid mewujudkan target kerja OD-SK.

Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw beserta jajarannya dinilai mampu mewujudkan clean government dalam tata kelola pemeritahan di Sulawesi Utara.

Hal utama, bahwa Pemerintahan ODSK secara nyata mampu mempertahankan hidup yang rukun dan bertoleransi sehingga Sulut tetap kondusif, aman dan nyaman bagi siapa saja.

OD-SK mampu mengimplementasikan visi dan misinya secara kongkrit, bergerak cepat melalui kegiatan-kegiatan yang jelas dan terencana, dan mampu membangun komunikasi yang baik dan jaringan yang kuat dengan pusat pemerintahan. Dimana, prioritasnya mencakup pada memperkuat ketahanan ekonomi, pengembangan wilayah.

Keberhasilan OD-SK lainnya juga di Sektor pertanian provinsi ujung Utara Sulawesi itu mampu menjadi daya dorong perekonomian. Tercatat, hingga di akhir tahun 2021, nilai ekspor pertanian Sulawesi Utara mencapai Rp5,8 triliun, naik sebesar 109 persen dibanding ekspor tahun 2020 sebesar Rp2,82 triliun.

Sebanyak 46 negara yang menjadi tujuan ekspor, sementara China, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, India, Vietnam, Korea Selatan, Jerman, Spanyol serta Thailand menjadi yang terbanyak menyerap komoditas ekspor pertanian Sulut. (ton)

Leave A Reply

Your email address will not be published.