JGE-VB Tampil Gemilang, Virgie ‘Kuliahi’ Paslon Lain Soal Noisy Minority

JGE-VB, Tomohon, pluralisme
Virgie Baker SS MSi menjelaskan noisy minority kepada Paslon 2 dan 3

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Pasangan Jilly Gabriella Eman SE MM-Virgie Baker SS MSi (JGE-VB) tampil gemilang seperti debat pertama dan kedua. Malahan, Virgie sempat ‘menguliahi’ pasangan calon lain soal pertanyaan yang diajukan namun tak mampu dijawab.

KPU TOMOHON

Saat diberi kesempatan melontarkan pertanyaan kepada Pasangan Calon (Paslon) lain, Virgie bertanya soal noisy minority, bagaimana menangani fenomena yang ramai di media sosial berkaitan dengan pluralisme.

Saat disodorkan pertanyaan tersebut, Paslon nomor 2 yakni Caroll Senduk-Wenny Lumentut (CS-WL) tak mampu menjawab dengan benar. Malahan, saat akan menjawab, keduanya terlihat tolak-menolak.

Akhirnya calon wakil wali kota Wenny Lumentut enjawab, bahwa agama apapun tidak mengajarkan kejahatan. Yang melakukan itu adalah oknum kita selalu banyak orang-orang yang berpolitik. ”Sedangkan dirinya sendiri dia tidak mampu urus, apalagi urus orang lain. Hal-hal begini yang harus kita babat,” jawab Lumentut.
Sementara itu, Paslon Robert Pelealu dan Sello Soekirno (Rose) menjawab, Indonesia ini dibangun dengan pluralisme, segala macam etnis dan agama ada disini. “Sehingga founding father kita tidak membentuk negara agama tapi negara pancasila. Oleh karenanya, pancasila ini kita tetap ajarkan dari anak SD sampai Sekolah Tinggi, sehingga mereka tidak ada paham-paham yang cukup radikal atau radikal,” ujarnya.
BAWASLU TOMOHON
“Tidak ada terjadi ada yang merasa minoritas di negara maupun di Kota Tomohon ini. Karena kita akan melakukan mereka secara sama, tidak ada perbedaan satu dengan yang lain. Tidak ada yang menjadi prioritas di kota ini,” tambah Robert.
Calon Wakil Wali Kota Sello Soekirno menambahkan, kesetaraan di bidang hukum harus ditegakkan, jangan sampai ada homo homini lupus. “Mari kita berpikir ubi sosiates ibius. Hukum yang paling utama adalah moral. Kalau hukum tidak berjalan, maka moral kita laksanakan. Ini jawaban kita, sehingga betul-betul masyarakat Tomohon tidak perlu dengan penegakan hukum,” ujarnya.

Akhirnya Virgie menjelaskan kepada Paslon lainnya apa maksud dari pertanyaan yang ia lontarkan yakni noisy minority. Virgie kemudian mencontohkan ujaran-ujaran kebencian di media sosial yang cenderung tidak menghargai perbedaan dalam masyarakat Padahal, pertanyaan tersebut berkaitan dengan materi debat tentang NKRI di mana salah satunya ada pluralisme.

Noisy minority sendiri adalah kelompok kecil minoritas yang menguasai media sosial dan sering bersuara dengan protes bahkan menebar hoax. Di Indonesia mereka sering menebar hoax dan ujaran kebencian yang bisa mengancam masyarakat. Untuk itu patut diwaspadai

Secara keseluruhan, JGE-VB kembali dinilai sebagai pemenang dalam debat terbuka yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tomohon di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon Rabu (2/12/2020).

Pasangan yang diusung Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Hanura ini memaparkan visi visi dengan gamblang dan mampu berdebat sehingga menguasai suasana debat. (ark)

Leave A Reply

Your email address will not be published.