Eman Serius Jadikan Tomohon Kota Pariwisata Dunia

Tomohon, Jimmy Feidie Eman, destinasi wisata
Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA saat membuka kegiatan

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon terus menyeriusi apa yang menjadi visi-misi wali kota dan wakil wali kota yakni menuju Kota Pariwisata Dunia.

KPU TOMOHON

Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang dilaksanakan di Grand Master Hotel Rabu (4/11/2020) yang dibuka Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA.

Dalam sambutannya, wali kota mengatakan, salah satu visi misi Pemerintah Kota Tomohon tahun 2016 – 2021 adalah Tomohon menuju kota tujuan wisata dunia.

Pengembangan Kota Tomohon menuju kota pariwisata dunia adalah pengembangan yang terintegrasi dan holistik antara semua sektor pembangunan yang terkait. Strategi untuk menjadikan Tomohon sebagai kota pariwisata dunia adalah integrasi dari aspek-aspek terkait yang terdiri dari attraction (atraksi) aspek daya tarik destinasi yang merupakan atribut daerah tujuan wisata yang berupa apa saja yang dapat menarik  wisatawan.

‘’Saat ini terdapat 90 atraksi wisata dengan 34 atraksi wisata unggulan yang perlu dikembangkan di Kota Tomohon. Objek dan daya tarik wsata yang tersebar di lima kecamatan ini terdiri dari objek wisata alam, objek wisata budaya dan objek wisata buatan,’’ jelas wali kota.

Tomohon, Jimmy Feidie Eman, Masna Pioh
Wali Kota Tomohon, Kadis Pariwisata bersama para peserta pelatihan
BAWASLU TOMOHON

Kemudian accessibility (aksesibilitas) aspek transportasi yang merupakan atribut akses bagi wisatawan domestik dan mancanegara agar dengan mudah dapat mencapai tujuan ke tempat wisata baik secara internasional maupun akses terhadap tempat-tempat wisata pada sebuah destinasi.

‘’Aksesibilitas pariwisata Kota Tomohon telah terbuka lebar dengan adanya fasilitas transportasi darat berupa jalan, laut (pelabuhan) sekitar 2 jam dari pelabuhan Bitung dan Udara (Bandara) sekitar 1 jam dari Bandara Sam Ratulangi untuk menjangkau destinasi wisata di Kota Tomohon.

Ketiga, amenities (amenitas) aspek fasilitas utama dan pendukung yang merupakan atribut amenitas yang menjadi salah satu syarat daerah tujuan wisata agar wisatawan dapat dengan kerasan tinggal lebih lama pada sebuah destinasi.

‘’Hingga saat ini Kota Tomohon memiliki  135 rumah makan dan 28 hotel/cottages dengan 412 kamar serta  581 tempat tidur,’’ jelas wali kota.

Dalam setiap kegiatan lanjut wali kota, harus menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. ‘’Kami mengizinkan para pengusaha pariwisata untuk mengembangkan usahanya, asalkan tidak mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19,’’ tukas Eman.

Narasumber pada pelatihan, Staff Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata Dino Gobel, Kadispar Sulut Hendry Kaitjily,  Ketua Asosiasi Destinasi Wisata (Adesta) Joudy Aray SPd, dengan peserta pengelola destinasi wisata di Kota Tomohon.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pioh SSos mengatakan, peserta pelatihan berjumlah 40 orang berasal dari pengelola dan pemilik destinasi wisatadan dan akan berlangsung selama tiga hari.

‘’Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka pengembangan jenis dan paket pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan, menstimulasi arus kunjungan wisatawan yang mengedepankan protokol kesehatan,’’ jelasnya. (ark)

Leave A Reply

Your email address will not be published.