Dana Lansia Mulai Disalurkan, Lansia Teringat Sikap DPRD Tolak APBD-P

Mereka menilai DPRD Kota Manado semestinya malu dengan julukan wakil rakyat tapi justru tidak memperjuangkan kepentingan rakyat

Kantor DPRD Kota Manado (Ist)

MANADO, (manadotoday.co.id) – Dana Lansia akan mulai kembali disalurkan mulai pada Senin (9/11) besok. Hal ini tentu disyukuri oleh para lansia yang terdaftar sebagai penerima. Namun, ada juga yang kembali mengungkit langkah DPRD Kota Manado yang menolak pembahasan APBD-P beberapa waktu lalu sehingga Dana Lansia terancam batal terealisasi.

KPU TOMOHON

Zeth Mamuaya, warga Kelurahan Perkamil yang tercatat sebagai penerima Dana Lansia menilai, Anggota DPRD Kota Manado semestinya malu dengan julukan wakil rakyat tapi justru tidak memperjuangkan kepentingan rakyat yang ada dalam APBD-P, termasuk kelompok lansia.

“Malahan Pak Wali Kota Manado yang memperjuangkan kami para lansia, karena kami anggap dia (GSVL) seperti anak kami sendiri. Kenapa, yah karena perhatianya kepada kami sangat luar biasa meskipun kami tahu bahwa dia terus berjuang untuk kepentingan rakyat Manado,” ujar pensiunan Guru SD ini, Minggu (8/11/2020).

BAWASLU TOMOHON

Sementara Nelson Sasauw, lansia di Kelurahan Teling mempertanyakan pernyataan salah satu anggota Anggota DPRD kota Manado yang mengklaim bahwa dana lansia adalah milik rakyat dan bukan berasal dari Pemkot Manado atau bersumber dari Vicky Lumentut.
Ia menyebut, hal itu memang benar, tapi pernyataan wakil rakyat tersebut sangat kontra produktif dengan tindakan politik DPRD Manado yang justru menolak pembahasan APBD-P tahun 2020.

“Kondisi ini ikut menunjukan kepada kita bahwa wakil rakyat kita tidak berkualitas. Dana Lansia saja harus dipermasalahkan,” tutur Sasauw.

Menurut dia, dalam situasi bangsa dan negara yang terpukul akibat pandemi Covid-19, DPRD Kota Manado semestinya peka terhadap kebijakan prioritas program yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, bukan sebaliknya hanya berfikir soal kepentingan kelompok maupun atau kepentingan pribadi.

“Saya tidak harus mendahalui fakta. Tapi kebijakan Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang ikut memperhatikan kami diusia tua, tidak bisa kami hianati ataupun dustai. Kami sadar sedikit maupun banyak ini adalah bentuk perhatian kemanusian yang sudah ditunjukan wali kota. Saya dan teman-teman lainnya ikut mendoakan Wali Kota GSVL diberkati bersama keluarga,” harap Sasauw.

Sekadar informasi, dalam rapat Banggar yang digelar pada Jumat (23/10/2020) lalu, Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokambey (PDIP) didampingi Wakil Ketua Noortje Van Bone (Demokrat) memutuskan menolak pembahasan APBD-P dengan alasan kedaluarsa. Sementara Wakil Ketua Adrei Laikun (NasDem) tidak menandatangani berita acara sebagai sikap menolak keputusan Ketua DPRD yang tidak melanjutkan pembahasan.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.