Permintaan Maaf Redaksi, Tidak Benar Ada Diskriminasi Politisasi Gas Elpiji 3 Kg di Tomohon 

 

Kuasa Hukum CS-WL

TOMOHON, (manadotoday.co.id)– Redaksi media online manadotoday.co.id meminta maaf kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada Tomohon Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut (CS-WL) terhadap pemberitaan yang tidak benar, Sabtu (19/09/20).

Tim Advokasi CS-WL kepada pihak redaksi manadotoday.co.id yang telah menulis pemberitaan dengan judul: “Di Tomohon, Tidak Pilih ‘Merah’ Tidak Dapat Gas Elpiji.” Menyatakan pemberitaan tersebut tidak memenuhi kaidah jurnalistik dan telah melanggar Undang-Undang tentang Pers dan kode etik jurnalistik.

Baca Juga:
1 of 1.928

“Kami telah melakukan investigasi atas pemberitaan tersebut, tetapi tidak menemukan Pangkalan Elpiji di Kakaskasen Lingkungan 13 serta HC sebagai sumber berita. Sehingga pemberitaan dari Redaksi Manado today.co.id merupakan berita bohong,” jelas Ketua Tim Advokasi CS-WL, Lucky Schramm SH, MH.

Lanjut Schramm, pemberitaan media online Manadotoday.co.id tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga terkesan mengadu domba antara pangkalan dan Pemerintah Kota Tomohon serta Pertamina, sehingga keluar ancaman dari Sekretaris Kota Ir. Harold V Lolowang MSc MTh untuk mencabut kuota bagi pemasok Elpiji di Tomohon, serta pihak Pertamina melalui Sales Eksekutif LPG PT. Pertamina Area Sulawesi Utara dan Gorontalo yang akan menindak tegas terhadap agen atau pangkalan yang menjadikan penyaluran Elpiji sebagai alat politik.

“Pemberitaan ini sangat merugikan dan telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Agen dan Pangkalan yang berada di Tomohon dengan berita bohong tersebut. Dan juga telah mendiskreditkan nama CS-WL sebagai calon wali kota dan calon wakil walikota dalam Pilkada Tomohon,” kata Advokat ini.

Ditegaskan Schramm, sumber berita yang digunakan dengan inisial HC adalah sumber berita yang tidak jelas terindikasi pidana perbuatan Fitnah.

“Pasal 310 KUHPidana jelas mengatur perbuatan pidana fitnah. Juga UU ITE pasal 27 ayat 1. Kami sangat menseriusi persoalan ini, sehingga kami meminta Hak Jawab berdasarkan UU tentang Pers,” tegas Schramm yang didampingi Tim Advokasi CS-WL, Vebry Tri Haryadi, Christy A.L Karundeng, Edward Pontoh, Jemmy Y Londah, Youlanda E Tumiwa. (red)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More