Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua

Mulai dari Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua

PULAU Manado Tua tampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi Wali Kota G.S Vicky Lumentut. Untuk kesekian kalinya, mulai dari menggalakan gerakan Manado Ba Kobong, menyalurkan bantuan social safety net tahap II, hingga memantau penyaluran dana lansia, Ia pada Rabu (5/8) kembali menyambangi pulau yang menyimpan harta karun bawa laut tersebut.

Seperti biasa, wali kota pergi mengendarai jet sky dengan rombongan lain menumpangi speed boat. Tujuan kedatangannya bukan untuk ba kobong atau memeriksa sejumlah program pemerintah di sana, melainkan untuk menaklukkan gunung di Pulau Manado Tua.

Berbagai cerita menarik tersaji selama proses pendakian. Mulai dari sulitnya medan yang harus dilalui, meminum air kelapa tua hingga lubang sedalam 30 meter.

Mendaki gunung yang menjulang hingga ketinggian 655 meter bukanlah perkara mudah. Apalagi untuk pria berumur 61 tahun yang sehari-hari sibuk berhadapan dengan persoalan kepemerintahan seperti Vicky Lumentut.

Lumentut mengkisahkan, memulai pendakian sekira pukul 10 pagi, tantangan pertama adalah medan yang cukup terjal, becek akibat hujan yang mengguyur wilayah Kota Manado dalam beberapa terakhir ini melengkapi keseruan waktu itu.

“Memang sulit sekali, medannya cukup terjal, jalannya juga licin karena selain karena hujan, Pulau Manado Tua kan pohonnya tinggi-tinggi, ada beberapa spot yang cahaya matahari tidak tembus jadi berlumut, kalau tidak hati-hati memang bisa-bisa jatuh,”kisahnya.

Mulai dari Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua

Belum setengah perjalan, rasa lelah mulai membayangi rombongan. Saking capeknya, wali kota bahkan mengaku harus melepas rompi dan topi karena dirasa menambah bebannya saat mendaki. Sejumlah pejabat akhirnya menyerah meneruskan perjuangan, bahkan ada yang harus digotong.

Keringat yang mengucur deras dari tubuh harus segera diganti. Rombongan pun singgah istirahat di salah satu tempat fufu kelapa milik warga untuk melepas lelah. Melihat banyak buah kelapa, tak hitung tiga Lumentut langsung mengupas sendiri beberapa kelapa menggunakan alat kupas tradisional, liwang, untuk diminum airnya. Lucunya, jika biasanya kelapa muda, yang Ia minum saat itu kelapa yang sudah tua.

“Biar kelapa tua kita minum, lantaran so aus skali, biar tua dapa rasa enak skali,”cerita wali kota dengan logat khas Manado.

Mulai dari Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua
Baca Juga:
1 of 2.113

Wali kota juga sempat bercerita singkat dengan pemilik tempat fufu yang sudah berusia lanjut.

“Kong opa so terima dana lansia,”tanya wali kota, “Sudah pak,”jawabnya.

Usai beristirahat sejenak, perjalanan pun diteruskan dengan beberapa kali berhenti, berusaha mengumpulkan energi agar bisa sampai ke puncak. Sekira pukul 2 siang, hanya berbekal semangat dan tekad, Lumentut bersama sebagian rombongan berhasil menginjakkan kaki di puncak gunung Pulau Manado Tua. Menjadikannya wali kota pertama yang menaklukan gunung tersebut.

Puncak Manado Tua ternyata menyimpan misteri lain. Wali kota mendapati lubang sedalam 30 meter. Ia menjelaskan, menurut cerita warga sekitar lubang itu dibuat oleh sejumlah orang yang ingin mencari harta karun.

Mulai dari Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua

“Dalam sekali lubangnya, harta karun apa yang mereka cari di situ, nanti kita cari informasi lagi untuk lubang itu. Tapi sudahlah, kelelahan kita semua terbayar dengan pemandangan yang sangat luar biasa dari puncak,”ungkapnya.

Pasukan pun mulai bersiap turun, namun tantangan lain sudah menunggu. Menuruni gunung dengan kondisi jalan yang licin dan becek menjadi tantangan serius. Salah melangkah saja bisa-bisa meluncur bebas ke bawah.

“Naik sudah susah ternyata turun juga lebih susah, apalagi kita waktu itu dikejar waktu, tambah sulit nanti kalau hari sudah mulai gelap kita masih mau turun-turun. Sekira empat jam kita naik, kalau turun 2,5 jam mungkin ada,”tutur Lumentut.

Mulai dari Air Kelapa Tua Hingga Lubang 30 Meter, Cerita GSVL Daki Gunung Manado Tua

Sebenarnya, tujuan kedatangan wali kota bersama rombongan adalah untuk survei lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-75 RI. Wali kota ingin Pemkot Manado melaksanakan upacara 17 Agustus di puncak gunung Manado Tua.

“Dari puncak Manado Tua, kita (akan) kibarkan merah putih, dan dari puncak ini kita bersama satukan tekad untuk melawan Covid-19,”ungkapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dampom AL Manado, Kabag Ops Polresta Manado, Wakil Ketua DPRD Manado Adrey Laikun, Kaban BKPSDM Xaverius Runtuwene, Kadishub Michael Tandirerung, Kadispar Lenda Pelealu, Kalak BPBD Donald Sambuaga, Kasat Pol PP Hanny Waworuntu dan Kabag Pem-Humas Sonny Takumansang, Camat Bunaken Kepulauan Christian Salindeho.(ryan)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.