Pemprov Sulut Akan Bentu Tim Terpadu Antisipasi dan Tangani Bencana

Reporter : | 20 Jun, 2019 - 9:38 pm WITA

Kepala BNPB

Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, mendampingi Kepala BNPB Letjen. TNI. Doni Monardo, foto bersama peserta rapat rerja daerah pengelolaan bencana terpadu.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) akan membentuk tim terpadu dalam mengantisipasi dan menangangi bencana alam. Hal itu disampaikan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, ketika menghadiri rapat rerja daerah (rakerda) pengelolaan bencana terpadu yang dibuka langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen. TNI. Doni Monardo.

“Di Sulut akan dibentuk tim pakar yang terdiri dari ahli vulkanologi, ahli geologi, ahli lingkungan dan lainnya serta menyiapkan prasarana dalam mengantisipasi dan menangani bencana,” ujar Silangen, pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mercure Manado, Rabu (19/6/2019) kemarin.

Dijelaskan Silangen, Pemprov Sulut dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey mendukung penuh pengelolaan bencana secara sitematis dan terpadu. Hal itu akan dilakukan secara konsisten untuk meminimalisir dampak yang terjadi sebelum dan pasca bencana.

Menurut Silangen, Sulut sebagaimana daerah lainnya di Indonesia berada dalam wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana. Realitas ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin dengan memperkuat koordinasi, integrasi, sinkronisasi dengan pemerintah pusat dalam rangka pengelolaan dan penanganan bencana di daerah.

“Oleh karena itu, selain akan membentuk tim terpadu, Pemprov Sulut juga akan terus mengaktifkan pelatihan tanggap bencana kepada relawan untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah masing-masing serta bisa menularkan ilmu atau mengedukasi kepada masyarakat. Sehingga bisa tercipta masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” terangnya.

Dalam rakerda bertema “Kita Jaga Alam dan Alam Jaga Kita” ini, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo optimis tim terpadu tersebut dapat mengoptimalkan penanganan bencana di Sulut.

“Tim yang terdiri dari pakar vulkanologi, geologi dan pakar lainnya ini nantinya mampu memberikan masukan tentang potensi kebencanaan di Sulut,” kata Monardo.

Lanjut Kepala BNPB, upaya antisipasi bencana ini akan berjalan secara terarah dan terukur lantaran didukung dengan data-data akurat.

“Peristiwa bencana alam telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu di dunia. BNPB memperoleh data khusus bencana dari Belanda. Sehingga semakin banyaknya data maka kita bisa mengantisipasi baik ancaman geologi dan vulkanologi,” beber Monardo.

Lebih jauh, Kepala BNPB mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk menjaga dan melestarikan alam sehingga akan mengurangi risiko terjadinya bencana alam.

“Marilah kita semua selalu menjaga kebersihan lingkungan. Jangan gunakan plastik sekali pakai. Apalagi pariwisata Sulut berkembang pesat dan itu harus didukung dengan lingkungan yang bersih,” imbuh Monardo.

Rapat Kerja Daerah Pengelolaan Bencana Terpadu yang dilaksanakan BPBD Sulut ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, narasumber dari BMKG, Bappenas, Badan Geologi Kementerian ESDM RI, Kemendagri dan peserta dari BPBD Kabupaten dan Kota se-Sulut. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment