Berkarir Sampai ke Belanda, Srikandi Asli Manado Ini Ingin Bawa Bisnisnya ke Sulut

Reporter : | 17 Mei, 2019 - 12:41 am WITA

Regina Natalia,Camera Tri-watch by Triconser Surveillance, Srikandi Asli Manado, Rolls Royce Asia, Bank of China Aviation

Regina Natalia

JAKARTA, (manadotoday.co.id) – Mungkin hanya segelintir orang yang mengenal sosok Regina Natalia, bahkan, namanya juga tampaknya jarang muncul di media cetak maupun elektronik di Kota Manado. Namun, siapa sangka jika srikandi asli ibu kota Sulawesi Utara ini ternyata merupakan business woman yang sukses di kancah nasional bahkan internasional.

Wanita 36 tahun tersebut bahkan dalam waktu dekat ini akan dipercayakan pihak Pemerintah Belanda untuk menjadi agen resmi kamera pengawasan super canggih di wilayah Asia Pasifik.

“Kontrak kerjanya sudah diatur pemerintah Belanda. Dalam waktu dekat akan penandatangan kontrak di Singapura karena kantor kami di Singapura untuk agen resmi wilayah Asia Pasifik,” kata Regina di sebuah rumah makan elit kawasan SCBD Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia menjelaskan, kamera super canggih tersebut banyak dipakai untuk ditempatkan di daerah perbatasan karena sistem kerjanya yang canggih dalam pengawasan dengan hanya memakai wifi.

“Alat ini lebih canggih dari CCTV yang banyak dipakai di Indonesia. Namanya Camera Tri-watch by Triconser Surveillance dengan system the high and camera security buatan Belanda dengan memakai software Belgia,”jelas wanita rupawan yang masih lajang tersebut.

Menurutnya, alat ini juga sangat cocok disandingkan dengan Cerdas Command Center (C3) milik Pemkot Manado, atau daerah lain di Sulut yang mulai serius memanfaatkan teknologi informasi.

“Seperti di Kota Manado saya lihat sudah memakai CCTV di semua sudut jalan yang terintegrasi dengan Command Center. Justru dengan kamera pengawasan kami ini lebih baik lagi karena sistem kerjanya lebih canggih hanya dengan terkoneksi wifi,” kata dia.

Hijrah ke Jakarta dari daerah kelahirannya, Manado sejak 14 tahun lalu, Regina bercerita, dirinya langsung menekuni berbagai bisnis baik itu level nasional maupun internasional.

“Sampai saat ini saya masih menekuni bisnis jual beli airframe dan spare parts pesawat dan mesin pesawat bekerja sama Bank of China Aviation dan Rolls Royce Asia. Juga sedikit-sedikit nyambi bisnis terkait kepariwisataan dan fashion.”tuturnya.

Diapun berharap kelak dapat berkontribusi untuk pembangunan di Kota Manado dengan membawa bisnis-bisnis yang dia tekuni ke Sulawesi Utara.

“Saya masih sering ke Manado. Tidak setiap bulah sih, tapi setidak dua tiga hari di Manado. Perkembangannya cukup pesat. Saya berniat kelak bisnis-bisnis luar negeri yang saya tekuni ini bisa dibawa ke daerah kelahiran saya,” tutup wanita kelahiran Manado 12 September 1983 ini.(**)

Baca Juga :

Leave a comment