Event Para Gamer Online di Manado Terancam Batal

Reporter : | 06 Mar, 2019 - 2:34 pm WITA

Akibat Koneksi Internet tak Stabil

MANADO, (manadotoday.co.id) – Diam-diam Sulawesi Utara mulai merambah dunia game online. Ya, ajang yang sudah masuk sebagai cabor eksebisi di Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang 2018 lalu dengan nama E-Sport memberikan peluang bagi para penggila olahraga komputer untuk ikut berkompetisi karena akan ikut dipertandingkan di SEA Games Manila tahun ini.

Dua hajatan terdekat yang akan digelar di Manado yakni Open Qualification Manado pada 14 Maret dan kejuaran terbuka se-Sulut sesi 1 PBNC pada 30-31 Maret 2019 dengan venue di Supernova M2G Manado, Malalayang. Untuk Manado akan mencari wakil Manado di PBNC dan kemudian berburu posisi ke seleksi nasional di Jakarta April.

Hanya sayangnya, dua tahapan tersebut terancam batal. Ini dikarenakan faktor utama dalam olahraga ini yakni koneksi internet jadi pemicunya.

‘’Kami berharap koneksi internet bisa stabil sebab jika belum maka ini akan mempengaruhi pelaksanaan. Dan, bukan tidak mungkin Manado tidak akan kebagian lagi,’’ kata Yudi Lumanauw, panitia di Supernova M2G.

Dan otomatis ini akan menutup peluang para penggemar E-Sport untuk merebut masuk formasi tim Indonesia.

‘’ Sangat disayangkan padahal atlet-atlet kiita sudah ada yang ikut event internasional seperti di Korea Selatan dan di beberapa tim bahkan jadi finalis serta bikin gebrakan di Jakarta,’’ kata Yudi.

Selain perorangan, tim-tim dari Sulut yang bikin gebrakan di tingkat nasional di Jakarta antara lain Ned, Gids, Phoenix dan Kamikaze. Kemudian, ada nama Ronald Rantung, yang ikut mewakili Indonesia di ajang International Battle Auditionj di Korea Selatan.

‘’Moga pihak Telkom mampu mengatasi masalah ini,’’ kata Yudi.

Koneksi di arana pertandingan itu sendiri sudah 2 bulan sering ngadat.

‘’Panitia nasional untuk seleknas ke SEA Games sudah sekian kali mengecek kesiapan kita,’’ sambung dia.

Koneksi itu sendiri dibawah naungan PT Telkom Indonesia Manado.

Pihak Telkom sendiri melalui manager area akses Sulut-Malut Merby Huawe menyatakan bahwa ada kegagalan koneksi mungkin karena faktor perangkat lunak dilokasi Malalayang. Namun mereka siap untuk melakukan pekerjaan supaya kejuaraan bisa terjalan sukses.

Sebelumnya, para pegiat olahraga kompuiter ini sudahn mencoba menghadap manajemen PT Telkom namun belum ada kepastian perbaikan.

Diketahui, untuk pertama kalinya E-Sport akan dipertandingkan secara resmi di SEA Games. Sukses sebagai seksebisi di Asian Games 2018 berdampak positif. Faktanya E-Sport disetujui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk dipertandingkan di SEA Games tersebut.

Hal itu ditegaskan ketua komite penyelenggara SEA Games 2019, Alan Peter Cayetano. Artinya, setiap peraih medali di pertandingan eSport akan masuk hitungan mewakili negara. (ram)

Baca Juga :

Leave a comment