Alkitab Berbahasa Tombulu Diluncurkan di Tomohon

Reporter : | 29 Nov, 2018 - 6:57 pm WITA

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak membagikan Alkitab yang baru diluncurkan

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak membagikan Alkitab yang baru diluncurkan

TOMOHON, (manadotoday.co.id)–Kerja keras selama kurang lebih 17 tahun akhirnya membuahkan hasil. Bertempat di Kota Tomohon, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan Wycliffe Bible Translators Inc, sebuah lembaga donor yang berkedudukan di Orlando Amerika Serikat meluncurkan Alkitab Perjanjian Baru Berbahasa Tombulu.

Ibadah pelujcuran dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Hein Arina di Anugerah Hall Paslaten Satu Kecamatan Tomohon Timur.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak yang dipercayakan sebagai Ketua Umum Peluncuran Alkitab Berbahasa Tombulu mengatakan, dengan terbitnya Alkitab berbahasa Tombulu, semakin memperkaya budaya masyarakat lokal.

Prosesi menuju peluncuran Alkitab Perjanjian Baru Berbahasa Tombulu

Prosesi menuju peluncuran Alkitab Perjanjian Baru Berbahasa Tombulu

“Hari ini, akan tercatat dalam sejarah bahwa Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Tombulu telah ada. Dan kita semua akan disebut sebagai pelaku-pelaku sejarah,” ujar wali kota.

Penerbitan Alkitab Berbahasa Tombulu itu sendiri melibatkan para penerjemah Bahasa Tombulu serta konsultan dari luar negeri. Kegiatan berlangsung sederhana dan kental nuansa budaya Tombulu Suku Minahasa.

Hadir dalam kegiatan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) antaranya Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky JL Wenur MAP, Kapolres Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait SIK SH MSi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tomohon Pdt Simon Rawis SPAK MPdK, Direktur The Seed Company Mr Greg Gammon, Direktur Lembaga Alkitab Indonesia perwakilan Manado Ansye Titaheluw, Wycliffe Global Alliance USA Douglas Peek, Pimpinan Pusat Penerjemah Alkitab Ayu Suwandi, Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, jajaran Pemkot Tomohon da undangan. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment