Keberadaan Tambang Liar di Ratatotok Mulai Mengkhawatirkan, Pemerintah Diminta Tegas

Reporter : | 26 Nov, 2018 - 9:53 pm WITA

 Tambang Liar , Tambang Liar Ratatotok,  Kasim MalolontoRATAHAN, (manadotoday­.co.id) – Keberadaan sejumlah perusahaan tambang ilegal di Ratatotok terus menuai kontroversi. Bahkan, warga menilai pemerintah terkesan melakukan pembiaran terkait keberadaan mafia tambang tersebut.

“Kan ini aneh, masa sudah tahu ada tambang yang tak berizin, tetapi hingga kini pemerintah atau instansi lain tidak melakukan penindakan. Ini pun terkesan seperti ada kongkalingkong dengan sejumlah investor tambang ilegal,” kata Tokoh Masyarakat Ratatotok Kasim Malolonto.

Untuk itu, Kasim mendesak agar tambang liar ini harus ditinjau. Apalagi diketahui ada investor asing yang terlibat dalam tambang liar tersebut.

“Harus ditelusuri siapa dibelakang mereka. Karena jika hutan rusak bukan mereka yang rasakan dampaknya. Namun kami sebagai warga Ratatotok yang rasakan dampak kerusakan lingkungan,” desak Kasim.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Theo Runtuwene menilai pengoperasian tambang jelas sudah melanggar aturan. Untuk itu dia mempertanyakan kapasitas dinas terkait. Dimana terkesan tak mau melakukan penindakan.

“Harusnya jangan dulu diizinkan beroperasi. Apalagi kan diketahui izin pertambangan belum dikantongi. Kenapa sudah dibiarkan beroperasi. Harusnya mengacu ke aturan karena ini kan negara Hukum,” ujarnya.

Dia mendesak agar masalah ini diusut tuntas, jangan sampai ada mafia tambang. Pemerintah jangan terkesan berselingkuh dengan kepentingan pengusaha.

“Harus ditelusuri lebih lebih lanjut. Karena praktek mafia tambang ini marak. Sehingga bukan tidak mungkin di Ratatotok hal tersebut terjadi,” jelas Runtuwene.

Adapun Kepala Dinas ESDM Sulut Bach Tinungki ketika dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp pada Jumat pekan lalu, dirinya menjawab sedang rapat.

“Sebentar pak saya lagi rapat,” tulisnya, Jumat pekan lalu.

Sementara ketika dikonfirmasi kembali pada Senin (26/11/2018), Tuningki masih enggan berkomentar. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment