Nelayan Manado Dapat Bantuan dari Kementerian ESDM, Lumentut: Manfaatkan Dengan Baik

Reporter : | 08 Nov, 2018 - 8:15 pm WITA

Nelayan Kota Manado. Micler Lakat,GS Vicky Lumentut , Kementerian ESDM, Irjen Pol Purn Drs Widyo Sunaryo, MANADO, (manadotoday.co.id) – Nelayan di Kota Manado, mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), berupa paket bantuan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Penyerahan bantuan dalam bentuk kapal perikanan tersebut, dilaksanakan di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa, Kecamatan Tuminting, Kamis (08/11/2018).

Dalam sambutannya, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut melalui Sekda Micler Lakat, mengatakan bantuan yang merupakan program kemitraan antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR-RI ini, sangat bermanfaat bagi nelayan di Kota Manado, serta berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Himpunan nelayan Sulawesi Utara khususnya yang ada di Kota Manado sangat terbantu dengan adanya bantuan pemberian Paket Konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil. Sebagai pemerintah, saya berharap bantuan ini dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan,” tandas Sekda Lakat mengutip sambuta wali kota.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri ESDM Irjen Pol Purn Drs Widyo Sunaryo, mengatakan pemberian bantuan bagi nelayan di Kota Manado telah melalui tahap verifikasi sesuai kriteria penerima bantuan.

“Ada kreteria bagi nelayan yang menerima bantuan yaitu nelayan yang memliki kapal dibawa 5 GT atau setara dengan 13 tenaga kuda. Kemudian nelayan ini tidak menggunakan kegiatannya secara ilegal, atau menggunakan jaring-jaring yang dilarang dalam penangkapan ikan, termasuk menggunakan bom. Juga kriteria penerima bantuan yakni belum pernah mendapatkan bantuan sejenis seperti ini,” jelas Sunaryo.

Sunaryo melanjutkan, tujuan Kementerian ESDM mengkonversi BBM ke BBG untuk menghemat devisa.

“Kita masih mengimpor 1,4 Juta Barel perhari. Sementara hasil dari kita sendiri (Dalam Negeri) hanya 8.500 Barel perhari. Jadi kita masih impor sekitar 700.000 barel perhari. Jadi bayangkan dikali sekian dolar, dan dia akan terus naik kalau tidak diambil langkah untuk menghemat, diantaranya dengan Konversi dari BBM ke BBG,” tandas Irjen Pol Purn Drs Widyo Sunaryo.

Tampak hadir Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Bara Hasibuan Walewangko dan Kadis Perikanan Kota Manado Nolvie Ir Nolfie Talumewo(***/ryan)

Baca Juga :

Leave a comment