MUI Bitung Nyatakan Vaksin Rubella Bisa Dilaksanakan

Reporter : | 24 Okt, 2018 - 12:48 pm WITA

65d43eac7a2cb82ff1e55b6a15edd771.0BITUNG, (manadotoday.co.id) – Terkait adanya sejumlah informasi yang beredar mengenai Vaksin Rubella yang tidak halal, dibantah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bitung, Haji Abdurahman Kaluku, saat menghadiri pertemuan berasama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, di ruang kerja Walikota Bitung, Senin (22/10/2018).

Menurut Kaluku, Vaksin Rulbella diatur melalui Fatwa MUI Nomor 33 tanggal 20 Agustus 2018 yang menyebutkan, Vaksin Rubella diperbolehkan.

“Karena semua vaksin belum ada fatwa halal dan adanya rekomendasi dari ahli medis, kalau tidak diimunisasi, akan mengakibatkan berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Lanjut Kaluku, sebelum Fatwa MUI Nomor 33 diterbitkan, sudah ada Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016, isinya hampir sama. Tapi kerena hal ini ribut di masyarakat, dikeluarkan lagi Fatwa Nomor 33, intinya semua vaksin belum ada halalnya, tapi diperbolehkan, yang ada hanya dari India.

Kaluku menambahkan, tanggal 17 hingga 20 Agustus 2018 telah dikaji MUI pusat dan yang berhak mengeluarkan fatwa, hanya MUI pusat.

“Ini berlaku di seluruh Indonesia, kami paham yang beredar di media sosial mengenai Vaksin Rubella, karena mereka belum tahu tentang Fatwa ini, karena ini juga Darurat Syariah, jadi diperbolehkan,”ungkap Kaluku.

Sementara itu, Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban SE MSi mengatakan, pemberian Vaksin Rubella harus sukses menjangkau seluruh Kota Bitung, meski pemberian vaksin baru 77 persen.

“Rapat hari ini, kami tuntaskan semua sisa target yang masih ada 10 hari lagi, supaya benar-benar bisa capai. Telah dibagi dua kelompok besar, kelompok 1 para Kepala Puskesmas, akan mendatangi seluruh sekolah dan kelompok dua para Camat, Lurah dan RT untuk mempersiapkan anak-anak usia 9 bulan – 15 tahun,” ujar Lomban.

Lanjutnya juga, kekurangan yang dihadapi, sosialisasi kurang mantap sehingga terjadi penolakan dan setelah ada Fatwa MUI, maka pihaknya akan memacu pemberian vaksin ini.

“Karena itu, kami bersama MUI Kota Bitung, BKMT, BKMM, Muhamadiyah, NU dan Alkhairat kita terjun ke lapangan untuk pemberian vaksin. Kami akan diperkuat dengan edaran MUI Kota Bitung, kita berusaha 10 hari selesai,”tutup Lomban didampingi Kadis Kesehatan dr Franky Soriton MPHM.(kys)

Baca Juga :

Leave a comment