Bupati Minahasa Buka Rapat Konsultasi KPA GMIM di Syalom Tondegesan

Reporter : | 11 Okt, 2018 - 10:02 pm WITA

Rapat Konsultasi KPA GMIM, Rapat Konsultasi KPA GMIM 2018, Syalom Tondegesan, Royke O RoringKAWANGKOAN, (manadotoday.co.id) – Bupati Minahasa Ir Royke O Roring M.Si, membuka konsultasi Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode GMIM di GMIM Syalom Tondegesan, Wilayah Kawangkoan I.

Diawali ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt Vence Talumepa MTh selaku Wakil Ketua Bid Hub Kerjasama Sinode GMIM. Dilanjutkan laporan Ketua Panitia Stefry Pandey ST MAP.

Sementara itu, Bupati saat membawakan sambutan menyampaikan puji syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya sehingga kegiatan pembukaan Konsultasi Tahunan Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM tahun 2018 bisa terlaksana.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan Kabupaten Minahasa karena dipercayakan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini selama 3 hari mulai tanggal 11-13 Oktober 2018. Terima kasih kepada KPA Sinode dan apresiasi untuk panitia,” ujar Roring, seraya mengajak peserta kegiatan untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala yang sedang ditimpa musibah.

Lanjutnya, perjalanan sejarah GMIM telah mengalami banyak kemajuan, tentunya tidak lepas dari keberhasilan dan peran serta KPA dalam kebersamaan melayani gereja khususnya anak-anak yang adalah masa depan gereja dan bangsa.

Tentunya menjadi tanggung jawab kita semua terlebih khusus peserta yang adalah guru-guru sekolah minggu yang telah dipilih dan dipanggil dengan caranya untuk terlibat dalam pelayanan sekolah minggu. Kerelaan hati untuk menjadi pelayan sekolah minggu hendaklah menjadi dasar mempersiapkan anak-anak menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.

“Oleh sebab itu selagi Tuhan memberi kesempatan untuk melayani pakailah kesempatan itu sebaik-baiknya. persiapkan diri dan membekali diri dengan kemampuan sebagai guru anak sekolah minggu,” tutur Roring.

Kemudian, Bupati mengatakan seiring dengan visi pemerintahan Kabupaten Minahasa yakni Minahasa maju dalam ekonomi dan budaya, berdaulat, adil dan sejahtera, tentunya dalam mewujudkan SDM yang berbudaya dan berdaya saing.

“Salah satu program nasional yang menjadi kewajiban pemda termasuk Pemkab Minahasa berdasarkan UU No 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU No 23 thn 2002 tentang perlindungan anak yaitu kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak melalui upaya daerah membangun kab/kota layak anak (KLA). Beberapa program unggulan yang berorientasi pada anak telah dirancang sedemikian rupa diantaranya pembangunan sarana prasarana pendidikan, program bebas biaya sekolah juga bantuan seragam, sepatu dan tas untuk siswa kelas 1 SD dan 1 SMP dan berbagai program lain yang dirancang khusus untuk pemenuhan hak anak.

“Saya berharap kegiatan ini akan lahir ide-ide kreatif dan program unggulan yang tentunya tetap bersinergi dengan program yang dilaksanakan pemerintah. Jadilah teladan dan berkat bagi banyak orang khususnya anak-anak sebagai panggilan pelayan Kristus,” tutup Bupati. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.