Lanjutkan Pembangunan RSUD Kota Manado, Lumentut Tindaklanjut Permohonan Pinjaman di PT SMI

Reporter : | 20 Agu, 2018 - 10:51 pm WITA

RSUD kota manado, PT SMI, GS Vicky Lumentut, Peter KB Assa,  Steven Runtuwene

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut

MANADO, (manadotoday.co.id) – Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, berkunjung ke gedung Sahid Sudirman Center, Jalan Sudirman Nomor 86 Jakarta Pusat, Senin (20/08/2018) siang tadi. Kunjungan Wali Kota untuk memenuhi undangan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), mempresentasikan rencana penggunaan dana pinjaman sebesar Rp200 Miliar yang akan digunakan untuk membangun fasilitas publik yang ada di Kota Manado.

Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Manado Peter KB Assa, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Manado Johnli Tamaka SE dan Kabag Humas Steven Runtuwene SSos, Wali Kota Vicky Lumentut memaparkan rencana Pemkot Manado untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado, serta menata infrastruktur pasar tradisional.

Dihadapan Direktur Pembiayaan Investasi PT SMI Edwin Syahruzad, dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Keuangan RI, Lumentut mengatakan, sekarang ini Pemkot Manado tengah fokus untuk melanjutkan pembangunan RSUD. Pasalnya, meski sarana Rumah Sakit cukup banyak di Manado, namun hingga kini Pemkot Manado belum memiliki RS sendiri untuk membantu masyarakat.

Sebelumnya, Pemkot Manado pernah memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Kota Manado melalui program Universal Coverage (UC). Namun, karena kebijakan pemerintah pusat agar program kesehatan di daerah diintegrasikan kedalam program Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN/KIS), maka program UC mengikuti petunjuk pemerintah pusat.

“Kami pernah ada program yang namanya Universal Coverage atau UC yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Manado. Namun, kemudian sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat maka kami mengintegrasikan program UC kedalam program JKN/KIS yang dikelola BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Meski demikian, hingga kini kami masih memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu dengan membayar iuran BPJS mereka melalui APBD Kota Manado,” jelas Lumentut.

Oleh karena itu, Pemkot Manado kemudian secara bertahap membangun RSUD agar masyarakat Kota Manado terbantu secara penuh. Namun, untuk menyelesaikan pembangunan RSUD tidak cukup hanya mengandalkan APBD Kota Manado semata. Atas petunjuk dan saran Presiden RI Joko Widodo agar daerah memanfaatkan PT SMI untuk membangun infrastruktur, Pemkot Manado akhirnya mengajukan permohonan ke PT SMI dengan persetujuan DPRD Manado.

“Rencananya, untuk pembangunan RSUD kami butuh dana 120 miliar, 90 miliar untuk pembangunan fisik sedangkan 30 miliar untuk pengadaan alat kesehatan,” tutur Lumentut.

Menurutnya, untuk tahap awal pada akhir tahun 2018 ini, diharapkan PT SMI bisa menyetujui pinjaman sebesar Rp 30 miliar untuk digunakan dalam melengkapi fasilitas beberapa poli kesehatan yang sudah terbangun.

“Selanjutnya, untuk pinjaman tahun 2019 mendatang, kami akan lengkapi surat-surat yang diperlukan dan disyaratkan agar kita semua bisa tidur nyenyak,” pungkas Wali Kota Vicky Lumentut. (ryn)

Baca Juga :

Leave a comment