ASC 2018 di Sulut Diikuti Utusan dari 24 Negara

Reporter : | 05 Agu, 2018 - 11:40 pm WITA

Asean Science Camp (ASC) 2018

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, membuka Asean Science Camp (ASC) 2018 yang diikuti utusan dari 24 negara termasuk Indonesia.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Asean Science Camp (ASC) 2018 yang dilaksanakan di Sulawesi Utara (Sulut), diikuti utusan dari 24 negara termasuk Indonesia.

Forum tahunan untuk para perguruan tinggi dan mahasiswa yang bertujuan untuk mempromosikan diskusi dan kerjasama antar Asia siswa untuk kemajuan ilmu pengetahuan di kawasan Asia ini, dibuka Gubernur Sulut, Olly Dondokambey,di hotel Sutan Raja Minahasa Utara (Minut), Sabtu kemarin.

Olly dalam sambutannya, mengatakan pemerintah dan masyarakat Sulut sangat berbangga dengan kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah dan menyambut dengan gembira pelaksanaan kegiatan ASC, terlebih karena pelaksanaan ASC ini bertujuan mencerahkan para pemuda yang berbakat sains dengan berdikusi dan berdialog dengan dengan para top scholars di dunia dan untuk mempromosikan persahabatan dan kerjasama internasional diantara siswa muda dan mahasiswa terbaik generasi berikutnya di Asia.

Dikatakan Olly, pelaksanaan Asian Science Camp di Sulut diharapkan berlangsung sukses, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai suatu kesempatan untuk saling berbagi informasi serta menghasilkan rekomendasi yang dapat semakin memperkuat nilai-nilai persahabatan yang kuat, solidaritas, cinta kasih, cinta lingkungan, cinta pada masa depan dan cinta kepada Tuhan, diatas pemahaman dan kesadaran bahwa “Torang Samua Ciptaan Tuhan” (Kita Semua Ciptaan Tuhan).

“Tak sekadar event science, ASC juga diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Sulut. Selain upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah maupun nasional, juga dalam waktu bersamaan dapat mempromosikan potensi pariwisata daerah yang kita miliki bagi kalangan internasional, khususnya bagi kalangan pelajar di kawasan Asia,” tandasnya.

Lanjut Olly, sasaran utama dari kegiatan ini pula yakni peningkatan kualitas pendidikan semakin baik.

“Kita harus mampu mengimbangi atau bahkan bisa menjadi parameter bagi dunia pendidikan di kawasan regional dan internasional,” ujarnya.

Diketahui, ASC pertama diadakan di Taipei pada 2007, dan kemudian diadakan di Bali (2008); Tsukuba Jepang (2009); Mumbai, India(2010), Daejeon, Korea Selatan (2011), Universitas Ibrani Yerusalem, Israel (2012).

Ide kamp tahunan ini diusulkan Yuan Tseh Lee dan Masatoshi Koshiba pada tahun 2005. Gagasan Asian Science Camp diusulkan September 2005 setelah pertemuan tahunan Pemenang Nobel dan Mahasiswa Nobel di Lindau, Jerman oleh Profesor Yuan Tseh Lee (pemenang Nobel Kimia 1986) dari Chinese Taipei, dan Profesor Masatoshi Koshiba (pemenang Nobel Fisika 2002) dari Jepang.

Asian Science Camp 2018 yang dilaksanakan sejak tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2018 mengundang selusin pemenang Nobel atau ilmuwan terkemuka dunia sebagai pembicara dan merancang sebuah program menarik untuk menarik semua peserta, termasuk sesi pleno, diskusi meja bundar, dialog master siswa, kompetisi poster kreatif, acara sosial dan kunjungan. Hadir dalam pembukaan kegiatan pimpinan Surya Institute Prof. Yohanes Surya, Sekdaprov Edwin Silangen, Kadis Pendidikan Provinai Sulut dr. Grace Punuh. (ton).

Baca Juga :

Leave a comment