Sambut HIMAS, Aktivis Minahasa Refleksikan 20 Tahun Reformasi Pemilu

Reporter : | 05 Agu, 2018 - 7:26 pm WITA

HIMAS, Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara , Reformasi PemiluTONDANO, (manadotoday.co.id) – Menyambut Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut), bersama Komunitas Peduli Pemilu dan Sahabat Demokrasi Minahasa (KPPSDM) serta pers Minahasa, menggelar seminar bertajuk ‘Refleksi 20 Tahun Reformasi Pemilu’.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung bersejarah Loji Tondano, Sabtu (4/8/2018) itu, menghadirkan sejumlah pembicara seperti, Komisioner KPU Provinsi Sulut Meidy Yafeth Tinangon, S.Si., M.Si, yang membahas topik ‘Minahasa Pioner Demokrasi Indonesia dan Pokok-Pokok Pikiran Reformasi Pemilu’, sejarawan dan budayawan Dr Ivan Kaunang, M.Hum yang mengulas soal ‘Nilai-nilai Demokrasi Dalam Peristiwa Reformasi’, Ketua KPU Minahasa Lord Arthur Malonda, S.Pd soal ‘Benang Kusut Data Pemilih dan Penegakan Demokrasi di Era Reformasi’ serta jurnalis Sulut Rikson Karundeng yang memaparkan ‘Peran Pers Dalam Reformasi Sistim Demokrasi di Indonesia’.

“Kegiatan ini kita gelar dalam rangka HIMAS yang jatuh pada 9 Agustus. Momen ini kita manfaatkan juga untuk merefleksikan 20 tahun reformasi Pemilu di Indonesia,” kata Ketua AMAN Sulut, Lefrando Andre Gosal.

“Dalam seminar ini kita juga membahas sejumlah persoalan masyarakat adat di Indonesia, termasuk persoalan komunitas-komunitas adat di Sulut dalam penyelenggaraan Pemilu sepanjang era reformasi,” sambung Gosal yang juga dikenal sebagai Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Sahabat Demokrasi Minahasa ini.

Seminar ini ikut diisi dengan pembacaan puisi dan lantunan syair kalelon-makaaruyen dari seniman Sulut, Kalfein Wuisan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para pegiat demokrasi Minahasa, penggerak komunitas adat, jurnalis dan sejumlah aktivis Minahasa. (rom)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.