Pria Meninggal Setelah Pecahan Ledakan Rokok Elektrik Bersarang di Otak

Reporter : | 17 Mei, 2018 - 4:31 pm WITA

Tallmadge D’Elia, Rokok Elektrik, vape

Tallmadge D’Elia (foto: Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang pria meninggal setelah rokok elektrik miliknya meledak dan kemudian membakar tubuhnya. Tallmadge D’Elia, 38, meninggal pada 5 Mei lalu di St Petersburg, Florida, dan diyakini sebagai orang pertama yang dibunuh oleh rokok elektrik atau vape.

Laporan otopsi mengatakan bahwa ditemukan pecahan yang menembus tengkorak dan bersarang di otaknya.

“Ini bisa meledak dan pada titik itu dapat melontarkan baik potongan korek api itu sendiri atau vape.” ungkap Wakil Marshal Pemadam Kebakaran Steven Lawrence dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (17/5/2018).

Tetangganya menemukan mayat D’Elia dan menyaksikan rumahnya terbakar.

“Saya melihat asap keluar dari atap dan kami berharap tidak ada orang di rumah, tetapi kemudian kami menemukan bahwa dia ada di rumah.”tuturnya kepada Fox 6.

Rokok elektrik milik korban bermerek Smok-E Mountain Mech Works, dan belum diketahui mengapa itu meledak. Perusahaan pun membantah bahwa produknya berada di balik ledakan, serta mengatakan bahwa masalahnya ada pada baterai perangkat atau atomiser.

Ledakan itu mengirimkan pecahan vape ke tengkorak Délia, dan laporan post mortem menyebutkan penyebab kematian adalah ‘luka proyektil di kepala’. Dia juga menderita luka bakar sekitar 80% dari tubuhnya.

sumber: Metro.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.