Yap, Pulau Kecil Dengan Mata Uang Raksasa, Beberapa Bahkan Seukuran Mobil

Reporter : | 09 Mei, 2018 - 8:01 pm WITA

pulau Yap, fakta pulau Yap, Mata Uang Raksasa,Micronesian

(foto: Bartosz Cieślak/Najlepsze Nurkowania)

MANADOTODAY.CO.ID – Tidak ada yang tahu persis kapan orang-orang Yap, sebuah pulau kecil di Micronesian, mulai menggunakan cakram batu kapur raksasa sebagai uang, namun, uang batu unik mereka pasti telah ada selama berabad-abad yang lalu dan masih beredar hingga saat ini.

Kepulauan Micronesian menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi mereka, tetapi masyarakat penghuni pulau Yap, juga menggunakan bentuk mata uang yang sangat tidak biasa – cakram batu kapur raksasa, beberapa di antaranya bahkan lebih berat dari mobil. Ada ratusan cakram batu raksasa yang tersebar di seluruh pulau, beberapa terletak di luar hotel, yang lain tersimpan jauh di dalam hutan, tetapi kebanyakan disimpan di bank uang batu yang terletak di hampir setiap desa. Ada sekira 13.000 cakram batu yang beredar di Yap, mulai dari berdiameter 30 sentimeter hingga 3,50 meter, dengan yang terbesar dianggap yang paling berharga.

“Tidak terlalu jelas kapan itu mulai terjadi, tetapi sebuah cerita lokal mengatakan seorang navigator terkenal yang berlayar ke Palau dan menemukan batu kapur di sana. Sang navigator memberi tahu anak buahnya untuk mengukirnya dalam bentuk ikan. Kemudian dia melihat ke arah bulan purnama dan batu itu mengingatkannya pada warna bulan yang cerah berkilau. Jadi dia memerintahkan anak buahnya untuk mengukir batu itu dalam bentuk cakram dan melubanginya sehingga mereka bisa memasukkan kayu di tengah dan membawanya.”kata Dr Scott Fitzpatrick, seorang Profesor Anthropologi di University Oregon, menjelaskan asal muasal uang batu rakasasa tersebut.

Tidak butuh waktu lama, batu kapur cakram kemudian mulai dianggap sebagai bentuk mata uang di Yap. Pada awalnya, itu ditawarkan sebagai hadiah, tetapi karena semakin banyak penghuni pulau memutuskan bahwa itu berharga, cakram batu mulai digunakan sebagai uang.

Karakter yang menarik dari uang batu adalah itu jarang berpindah tangan, setidaknya dalam kasus cakram yang sangat besar. Beberapa memiliki berat beberapa ton, sehingga hampir tidak mungkin dan cukup berisiko untuk memindahkannya. Sebaliknya, pembelian bisa terjadi dengan lokasi uang tidak berubah hanya pemiliknya yang berubah. Bahkan, uang tidak harus berada di pulau atau bisa dilihat secara langsung.

Menurut satu cerita, ada seorang awak membawa piringan batu kapur besar ke pulau itu, namun kapal mereka dilanda badai dan uang batu berharga berakhir di dasar samudra, tetapi para kru berhasil sampai ke pulau dan memberi tahu semua orang apa yang telah terjadi. Diputuskan bahwa uang itu masih bagus dan keluarga yang mengangkutnya dari Palau adalah pemiliknya. Saat ini, lebih dari seabad kemudian, ada seseorang di Yap yang memiliki uang itu, meskipun dia tidak pernah melihatnya secara langsung.

Hal penting lain yang perlu diketahui tentang mata uang raksasa Yap adalah bahwa uang itu hampir tidak pernah digunakan sebagai mata uang sehari-hari, hanya digunakan untuk transaksi penting, seperti membayar mahar pernikahan, atau dalam situasi ekstrem, seperti menukarnya dengan makanan.

sumber: Odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment