Ini Bentuk Akhir Matahari Ketika Sumber Cahaya Bumi Tersebut Mati

Reporter : | 08 Mei, 2018 - 2:11 pm WITA

Matahari , Matahari mati, Profesor Albert Zijlstra ,Universitas Manchester

(foto: Press Association/Daily Mail)

MANADOTODAY.CO.ID – Sekira lima miliar tahun dari sekarang, matahari diprediksi akan mati dengan memuntahkan material bintang ke ruang angkasa dan membentuk nebula berbentuk cincin.

Sifat kematian bintang telah lama menjadi topik yang kontroversial, dengan penelitian baru menunjukkan bahwa matahari akan berubah menjadi planet nebula, berbentuk bulat bercahaya yang terdiri dari gas dan debu.

Sekitar 90 persen dari semua bintang yang mati akan membentuk planet nebula – sedangkan matahari awalnya diperkirakan memiliki massa yang terlalu rendah untuk menciptakan bentuk tersebut. Karena sebuah bintang harus berada di atas massa tertentu untuk menciptakan nebula.

Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy, menunjukkan bahwa matahari cukup masif untuk mengakhiri hidupnya dengan bentuk nebula bercahaya.

“Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan sejumlah besar gas dan debu – yang dikenal sebagai amplop – ke ruang angkasa,” kata Profesor Albert Zijlstra dari Universitas Manchester.

“Amplop ini bisa setengah massa bintang. Ini menunjukkan inti bintang, yang pada titik ini, bintang kehabisan bahan bakar, akhirnya berhenti bercahaya dan mati.”tambahnya.

Namun, peneliti mengatakan ‘amplop’ akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang selama sekira 10.000 tahun. Cahaya inilah yang dinamakan planet nebula.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.