Awas, Kebiasaan Mendengkur Bisa Buat Tengkorak Menipis

Reporter : | 05 Mei, 2018 - 12:38 pm WITA

efek Mendengkur , bahaya Mendengkur , sCSF-L, kebocoran cairan serebrospinal

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Selain menggangu orang lain, dengkuran tampaknya bisa mengganggu tengkorak manusia, menurut penelitian baru.

Untuk alasan yang tidak jelas, orang-orang dengan sleep apnea (gangguan tidur yang mengganggu pernafasan), memiliki tengkorak yang lebih tipis hingga 1,23mm, sebuah penelitian menemukan.

Peneliti mengklaim erosi tengkorak hingga 1mm cukup untuk menyebabkan kebocoran cairan serebrospinal spontan yang mengancam jiwa (sCSF-L), yang terjadi ketika cairan yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang mengalir melalui area yang tipis. Ini dapat menyebabkan gejala mirip demensia, serta koma, stroke, dan bahkan kematian.

Sleep apnea terjadi ketika dinding tenggorokan menyempit saat tidur, mengganggu pernapasan dan merupakan penyebab utama mendengkur.

“Obstructive sleep apnea (OSA) mungkin secara mekanis berkontribusi pada perkembangan gangguan yang berkaitan dengan penipisan tengkorak, seperti sCSF-L.” kata penulis penelitian Dr Rick Nelson, dari University of Indiana, Sabtu (5/5/2018).
“Studi ke depan diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme bagaimana OSA dapat menyebabkan penipisan tengkorak dan bagaimana ini dapat meningkatkan risiko sCSF-L.”tambahnya.

Pasien dengan penipisan tengkorak melalui pencitraan CT mungkin memiliki peningkatan risiko OSA dan pasien tersebut harus dipertimbangkan untuk skrining OSA. Para peneliti mengamati tengkorak dari 114 orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun, 56 diantaranya menderita sleep apnea sedang sampai berat.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal JAMA Otolaryngology – Bedah Kepala & Leher.

sumber: Mail Online

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.