Buru BOS PT SAA, POLRES Minsel Bentuk Tim Khusus

Reporter : | 03 Apr, 2018 - 9:22 am WITA

PT Sejahtera Alam Anugerah, PT SAA minsel, POLRES Minsel , kasus  PT SAA minsel

Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo SIK

AMURANG (manadotoday.co.id) – Kepolisian Resort Minahasa Selatan (Minsel) menyatakan terus berupaya melakukan pengejaran terhadap Andi, bos PT Sejahtera Alam Anugerah (SAA) Sekertariat kordinator lapangan (Sekorlap) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang diduga menggelapkan uang jutaan rupiah milik ratusan kepala keluarga korban penipuan bantuan pembangunan rumah minimlis type 6×6.

Melalui Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo SIK, mengungkapkan pihaknya sudah menjadikan bos PT SAA, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dalam upaya pencarian telah berkordinasi dengan Mabes POLRI.

“Tersangka melarikan diri di Jakarta, namun saat ini informasinya ke luar negeri . Sebab setelah kita cari di Jakarta tidak ada. Tapi kita terus berkordinasi dengan Mabes POLRI dalam hal melakukan upaya pencarian, “ ungkap Prabowo, belum lama ini.

Untuk menuntaskan kasus ini menurut Prabowo, Polres Minsel telah membentuk tim yang dipimpin langsung Kasat Reserse AKP Arie Prakoso .

“Jadi ada tim khusus yang akan menangani kasus ini,” terang Prabowo.

Seperti diketahui Sekorlap Provinsi Sulut PT SAA yang mengaku sebagai pengembang program rumah minimalis type 6×6 Kementerian Perumahan Rakyat (kemenpera), diduga telah melakukan tindak penipuan dengan menggelapkan uang jutaan rupiah milik ratusan warga. Sebab perusahaan yang sebelumnya berkantor di Jalan Raya Tombatu Kelurahan Uwuran II, Kecamatan Amurang, sudah tidak lagi melakukan aktifitas. Padahal sekitar 350 KK warga yang tersebar di beberapa Kelurahan dan Desa di Kabupaten Minsel, telah menyetor sebesar Rp 3.500.000, untuk uang muka pembangunan rumah dan sekitar 770 KK yang telah membayar uang pendaftaran sebesar Rp 250.000.

Proyek rumah minimalis ini sendiri sesuai kesepakatan akan dibangun diatas lahan warga (user) dan rencana awal dimulai pada bulan Desember 2015, namun hingga pertengahan tahun 2016, proyek ini tak kunjung direalisasikan pihak pengembang dengan alasan yang tidak jelas. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment