Tomohon Planners Club Rencanakan Pembangunan ke Depan

Reporter : | 20 Mar, 2018 - 7:12 pm WITA

Wakil wali Kota, Kepala Bapelitbang dan akademisi serta Bappeda Provinsi

Wakil wali Kota, Kepala Bapelitbang dan akademisi serta Bappeda Provinsi

TOMOHON, (manadotoday.co.id)—Wujudkan kemajuan Kota Tomohon ke depan, Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) menggelar Diskusi Publik Tomohon Planners Club yang digelar di Alamanda Retreat Bukit Doa Mahawu Kakaskasen Dua Tomohon Utara Selasa (20/3/2018).

Para akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perutusan masyarakat lainnya berembug merencanakan bagaimana Kota Tomohon ke depan.

Ketua DPRD Tomohon Ir Miky JL Wenur memberikan materi

Ketua DPRD Tomohon Ir Miky JL Wenur memberikan materi

Raymon Taroreh, akademisi Unsrat menilai, kegiatan ini sangat strategis. Apalagi saat ini Pemerintah Kota Tomohon merencanakan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

‘’Kegiatan ini tentunya akan banyak masukan terkait pemanfaatan ruang di Kota Tomohon. Pembangunan di Kota Tomohon harus dilaksanakan terpadu dan berkelanjutan,’’ kata Taroreh.

Kondisi koridor utama yang menghubungkan Matani dengan Kakaskasen yang menjadi lokasi Tomohon International Flower Festival tambahnya, perlu dilakukan perubahan karena masih terkendala jaringan usara seperti listrik, telepon dan lainnya. Oleh karena itu, RTRW harus direvisi.

Kepala Bapelitbang Ir Ervinz DH Liuw MSi memberikan materi

Kepala Bapelitbang Ir Ervinz DH Liuw MSi memberikan materi

Sementara Elvira Katuuk, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Sulut mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, Tomohon tak lepas dari pembangunan di Sulut dan ada empat klaster pembangunan, di mana Tomohon masuk bersama Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara dalam klaster 4.
Selanjutnya, ada 5 bagian besar pengembangan kawasan di Sulut. Pertama pengembangan kawasan strategis, pengembangan kawasan perkotaan, pengembangan kawasan pedesaan, penanggulangan bencana serta penataan ruang atau RTRW.
‘’Karena memiliki banyak potensi wisata, jaringan infrastruktur harus banyak dibangun di Kota Tomohon,’’ tukasnya.

Kepala Bapelitbang Kota Tomohon Ir Ervinz DH Liuw MSi mengatakan, Tomohon sudah memiliki pijakan dalam pembangunan wilayah. Karena sudah memiliki RTRW, Perda Nomor 6 tahun 2013.

planners‘’RTRW ini sampai tahun 2033. Memaang sudah ada kajian untuk perubahan RTRW, namun belum dilakukan,’’ katanya.
Tomohon Planners Club tambah Liuw, merupakan kegiatan untuk berpikir bagi pengembangan Kota Tomohon ke depan. ‘’Forum ini akan menampung setiap masukan dan aspirasi semua pihak dan dimasukkan dalam RKPD Kota Tomohon. Terkait struktur ruang, sudah masuk dalam RDTR,’’ tandas Liuw.

Ketua DPRD Kota Tomohon Ir MIky JL Wenur mengatakan, Tomohon sudah memiliki agenda nasional pariwisata yakni TIFF. Hanya saja, masih perlu ada peningkatan infrastruktur.

‘’Kami memiliki cita-cita TIFF punya tempat khusus. Misalnya ada jalan lebar dengan panggung yang megah serta  fasilitas yang memadai. Dengan begitu TIFF akan semakin luar biasa,’’ ujar Wenur.
Ia juga mendorong mendorong investasi perhotelan di Kota Tomohon. Dengan penginapan yang memadai, wisatawan tidak perlu  lagi menginap di Manado atau daerah lain, namun langsung menginap di Tomohon. Dengan begitu, akan mendongkrak PAD Kota Tomohon.
Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak melalui Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan mengapresiasi semua pihak yang telah hadir dan memberikan kontribusi dlaam kegiatan berupa usulan, masukan dan saran bagi pembangunan di Kota Tomohon. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment