Profesor Stephen Hawking MENINGGAL Dunia, Berikut Tiga Ramalannya Tentang Kehancuran Bumi

Reporter : | 14 Mar, 2018 - 6:21 pm WITA

Profesor Stephen Hawking , Profesor Stephen Hawking mati. ramalan Profesor Stephen Hawking ,RIP Profesor Stephen Hawking

Profesor Stephen Hawking (foto: BBC/Richard Ansett)

MANADOTODAY.CO.ID – Profesor Stephen Hawking meninggal pada Rabu (14/3/2018) hari ini, di usia 76 tahun. Ilmuwan paling terkenal di dunia tersebut, meninggal dengan damai di rumahnya di Cambridge, setelah pertempuran panjang dengan penyakit motor neuron, keluarga mengungkapkan.

“Kami sangat sedih karena ayah tercinta kami meninggal hari ini. Dia adalah ilmuwan hebat dan pria luar biasa yang pekerjaan dan warisannya akan hidup selama bertahun-tahun. Kami akan merindukannya selamanya.” anak-anaknya, Lucy, Robert dan Tim mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Profesor Hawking didiagnosis menderita penyakit neuron motor pada tahun 1963 saat berusia 21 tahun, dan dia menantang ahli medis yang mengatakan bahwa dia akan meninggal dalam waktu dua tahun sejak didiagnosis.

55 tahun kemudian, dia menjadi ilmuwan paling terkenal di dunia sejak Albert Einstein, untuk karyanya menjelajahi misteri ruang, waktu dan lubang hitam, meski hanya duduk di kursi roda dan hanya bisa berkomunikasi menggunakan komputer dan synthesizer suara.

Manusia harus meninggalkan Bumi dalam 200 tahun ke depan jika ingin bertahan hidup. Itulah peringatan keras yang dikeluarkan oleh Profesor Stephen Hawking beberapa bulan sebelum kematiannya hari ini.

Ahli fisika legendaris percaya bahwa kehidupan di Bumi dapat dengan cepat hilang oleh bencana, seperti serangan asteroid, AI, dan perubahan iklim.

Dia percaya, jika manusia memiliki harapan untuk bertahan hidup, generasi masa depan perlu menempa kehidupan baru di luar angkasa.

Berikut beberapa ramalan Stephen Hawking tentang ancaman kehancuran Bumi:

 – Perubahan iklim

Salah satu ketakutan utama Hawking adalah pemanasan global.

“Sumber fisik kita telah dikeringkan, pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kita telah memberi planet kita hadiah bencana perubahan iklim, “Hawking memperingatkan pada bulan Juli.

“Meningkatnya suhu, berkurangnya es kutub, penggundulan hutan, dan pembunuhan spesies hewan. Kita bisa menjadi orang bodoh dan tidak tahu apa-apa.”tambahnya.

Profesor Hawking mengatakan bahwa Bumi suatu hari nanti akan terlihat seperti planet Venus, memiliki suhu 460 ° C (860 ° F), jika kita tidak mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Lain kali anda bertemu dengan penentang perubahan iklim, suruh mereka pergi ke Venus. Saya akan membayar ongkosnya,” sindir Hawking.

 – Serangan asteroid

Jika pemanasan global tidak memusnahkan umat manusia, Hawking yakin Bumi akan dihancurkan oleh serangan asteroid.

“Ini bukan fiksi ilmiah. Ini dijamin oleh hukum fisika dan probabilitas, “katanya.

“Hijrah ke luar angkasa akan benar-benar mengubah masa depan manusia. Ini juga bisa menentukan apakah kita memiliki masa depan atau tidak.” tuturnya.

Profesor Hawking bekerja sama dengan miliarder Rusia Yuri Milner, dengan proyek Breakthrough Starshot yang mengirim armada ‘nanocraft’ kecil yang membawa layar cahaya berpetualang sejauh empat tahun cahaya ke Alpha Centauri, sistem bintang terdekat ke Bumi.

“Jika kita berhasil, kita akan mengirim penyelidikan ke Alpha Centauri. Sudah jelas kita memasuki era ruang baru. Kita berdiri di ambang era baru. Kolonisasi manusia dan planet lainnya bukan lagi fiksi ilmiah, bisa jadi fakta sains” katanya.

 – AI (Kecerdasan Buatan) bisa menggantikan manusia

Profesor Hawking mengklaim bahwa AI akan segera mencapai tingkat di mana ia akan menjadi ‘bentuk kehidupan baru yang akan mengungguli manusia.’

Dia bahkan mengatakan bahwa AI bisa menggantikan manusia, meskipun dia tidak menentukan kapan ramalannya itu akan terjadi.

“Saya khawatir AI bisa menggantikan manusia. Jika manusia merancang virus komputer, seseorang akan merancang AI yang memperbaiki dan mereplikasi dirinya sendiri. Ini akan menjadi bentuk kehidupan baru yang lebih baik dari manusia.”jelas Hawking dalam wawancara dengan Wired baru-baru ini.

Selama wawancara, Profesor Hawking juga mendesak lebih banyak orang untuk menaruh perhatian pada sains, dengan mengklaim bahwa akan ada ‘konsekuensi serius’ jika tidak dilakukan.

sumber: Daily Mail

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.