Mathspace: Aplikasi yang Bayar Setiap Siswa yang Mau Mengerjakan PR Mereka

Reporter : | 12 Mar, 2018 - 2:05 pm WITA

Mathspace, aplikasi Mathspace, pembayaran Mathspace, Mohamad Jebara,

Mathspace

MANADOTODAY.CO.ID – Sebuah aplikasi bernama ‘Mathspace’, akan membayar setiap anak-anak di Australia yang mau mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka.

Pada bulan Juni 2010, Pendiri dan CEO ‘Mathspace’, Mohamad Jebara, 34, meninggalkan pekerjaannya sebagai sebagai pedagang derivatif untuk mengejar kecintaannya pada matematika. Mohamad yang mengaku sebagai penggila matematika, menyelesaikan studi matematika SMA-nya setahun lebih awal dengan skor 99 di ATAR Extension Mathematics 2.

“Bagian dari motivasi di balik Mathspace adalah mencoba dan membuat siswa terlibat dalam matematika dengan cara yang sama seperti saat saya bersekolah dulu,”kata Mohamad kepada Mail Online Femail.

Setelah sukses sebagai pedagang derivatif, Mohamad ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Saya bekerja empat tahun sebagai pedagang derivatif, saya sangat menikmati pekerjaan itu, benar-benar harus melatih matematika, bagian logika otak, terutama sisi probabilitas dan statistik, dalam peran perdagangan. Saya bekerja selama empat tahun, saya benar-benar baik sebenarnya. Tapi, akhirnya saya ingin melakukan sesuatu di mana saya bisa memberkan nilai lebih.”jelas Mohamad.

Berencana untuk menjadi guru matematika, dia kemudian menggaet mantan teman sekerjanya Chris Velis dan ahli teknik Alvin Savoy untuk mengembangkan sebuah aplikasi yang akan membuat matematika menjadi menyenangkan.

Awalnya, Mathspace didanai dengan dana pribadi dan kemudian muncul investor yang membantu meluncurkan aplikasi pada tahun 2012. Sejak saat itu, Mathspace sekrang telah berkembang menjadi 40 staf di Australia, termasuk 15 tim insinyur dan 10 guru matematika.

Jadi, bagaimana ‘Mathspace’ bekerja?

“Ada perbedaan besar antara aplikasi kami dan alat pembelajaran matematika online lainnya yang meminta masukan siswa dalam menyelesaikan setiap pertanyaan. Jadi, bukan hanya benar atau salah pada akhir pertanyaan, kita sebenarnya bisa memberi mereka umpan balik dan menandai setiap langkah di sepanjang jalan. Dan jika mereka kesulitan pada titik tertentu, mereka bisa meminta petunjuk.”jelasnya.

‘Mathspace’ memiliki database berisi 40.000 pertanyaan yang mencakup kurikulum kelas 3 sampai kelas 12 di seluruh Australia. Anak-anak diberi tiga latihan setiap minggu, sekitar satu jam pembelajaran dapat dikerjakan di komputer, tablet atau smartphone mereka.

“Ada percobaan satu minggu gratis dan siapa pun bisa menemukan dan menjelajahinya selama seminggu. Jika mereka menyukainya, maka mereka bisa berlangganan seharga $ 10 (Rp137 ribu) seminggu. Setelah berlangganan, uang akan ‘ditransfer’ ke rekening bank Westpac, jadi siswa harus membuat rekening bank Westpac, jika belum memiliki rekening Westpac, maka Westpac akan membuatkan rekening baru dengan bonus $ 20 (Rp275 ribu) ke rekening sebagai ‘hadiah’.”tuturnya.

Kemudian, terkait biaya berlangganan $ 10, jika mereka menyelesaikan tiga latihan pada minggu itu, maka biaya berlangganan $ 10 itu akan ditransfer langsung ke rekening bank siswa. Jadi, jika mereka menyelesaikan tiga latihan pada Sabtu, maka pada hari Senin mereka mendapatkan $ 10 yang bisa digunakan sebagai uang jajan.

Saat ini, anak-anak di ‘Mathspace’ menyelesaikan 75 persen pekerjaan rumah mereka, jadi sepertinya metode itu berhasil. Aplikasi ini telah berjalan secara global dan telah dipasangkan dengan Penyedia Pendidikan ‘Pearson’ untuk menyebarkan teknologi ini ke perguruan tinggi di Amerika Serikat.

sumber: Mail Online Femail

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.