Sering Lelah Meski Sudah Cukup Tidur? Mungkin Ini Alasannya

Reporter : | 05 Mar, 2018 - 2:20 pm WITA

kelelahan, penyebab kelelahan, nukleus suprachiasmatik, SCN,

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Pada tahun 2013, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menerbitkan hasil sebuah survei yang menunjukkan bahwa hampir 16 persen wanita dan 9 persen pria, mengalami kelelahan sepanjang waktu.

Banyak yang menghubungkan kelelahan dengan dengan kurang tidur, tapi itu tidak selalu menjadi alasan mengapa anda sering tidak bersemangat saat beraktivitas. Salah satu kemungkinannya adalah jam sirkadian anda ‘rusak’, waktu internal yang memberitahu tubuh bagaimana mereka harus bertindak tergantung pada waktu dengan menghasilkan ritme sirkadian. Ritme ini pada dasarnya adalah semua proses tubuh yang kita alami dalam satu hari, misalnya, makan dan tidur.

Jam utama ini terdiri dari sel-sel di hipotalamus yang disebut nukleus suprachiasmatik (SCN), yang mengendalikan keseluruhan proses ini.

Mary Harrington, seorang ahli saraf dari Smith College di Northampton, Massachusetts, menjelaskan kepada New Scientist bahwa ketika SCN berfungsi dengan baik, anda akan merasa waspada di pagi hari, mengalami penurunan pada sore, dan mulai lelah di malam hari. Menurut Harrington, seberapa banyak anda tidur tidak mengganggu siklus, tapi jumlah cahaya yang ada di lingkungan anda. Terlalu lama terpapar cahaya buatan dari telepon seluler, laptop dan TV, dapat membuat SCN tidak berfungsi dengan baik.

“Saya pikir gangguan ritme sirkadian sangat umum terjadi di masyarakat kita dan semakin memburuk dengan meningkatnya penggunaan cahaya (buatan) di malam hari,” kata Harrington kepada New Scientist.

SCN yang menentukan apakah kita perlu waspada atau mengantuk. Saat gelap, SCN memberitahu otak kita untuk melepaskan melatonin, hormon yang menyebabkan kantuk. Jika anda menerima terlalu banyak cahaya buatan di malam hari, atau tidak cukup di siang hari, Harrington yakin ini membuat SCN bingung dan merusak jam internal.

sumber: Newsweek

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.