Mata Uang Negara Ini Dianggap Tidak Berguna, Bahkan Dijadikan Bahan Kerajinan

Reporter : | 15 Feb, 2018 - 8:49 pm WITA

Venezuela , hiperinflasi Venezuela , keranjang dari uang, Venezuelan Bolivar

(foto: Indy100.com)

MANADOTODAY.CO.ID – Penduduk Venezuela tampaknya memandang mata uang negara tersebut sudah tidak lagi berharga. Bahkan, pengrajin jalanan di Venezuela, menciptakan barang tenunan dari uang kertas menyusul hiperinflasi yang menerpa negara Amerika Latin tersebut.

Saking tingginya inflasi, harga barang naik berlipat ganda setiap 35 hari di Venezuela.

Menurut Wall Street Journal, mata uang Venezuela, Venezuelan Bolivar, kehilangan 98 persen nilainya terhadap dolar. The Journal bahkan melaporkan dolar AS saat ini bernilai 236.000 Bolivar di pasar gelap. Harga yang dulunya bisa membeli sebuah apartemen kecil, yang sekarang nilainya hampir tidak mampu membeli camilan.

Uang tunai dianggap sangat tidak berharga, sampai-sampai uang kertas dijadikan bahan untuk kerajinan.

Wilmer Rojas, pria 25 tahun, telah membuat tas, dompet, topi, dan keranjang dari uang kertas. Menurut Rojas, kerajinan yang dia buat membutuhkan ratusan bolivar, tapi laku dijual ratusan ribu, cukup untuk membeli makanan dan barang.

Sementara Jose Leon, 26, menggambar tokoh-tokoh Star Wars pada uang kertas. Dia menjualnya ke turis asing dengan harga $ 20 (Rp270 ribu)

Diketahui inflasi di Venezuela telah meroket sejak awal 2017.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.