Keputusan Sekolah Dasar Ini Gunakan Seragam Seharga Rp10 Juta Tuai Protes

Reporter : | 13 Feb, 2018 - 5:54 pm WITA

Distrik Ginza ,Sekolah Dasar Taimei, Seragam sekolah Armani

(foto: Taimei Elementary School)

MANADOTODAY.CO.ID – Distrik Ginza di Tokyo, Jepang, dikenal sebagai sebagai salah satu distrik paling modis di negara tersebut, dan satu sekolah dasar negeri yang berada di sana baru-baru ini memutuskan bahwa akan sangat cocok bagi para siswa untuk berpakaian modis juga. Dengan demikian, siswa Sekolah Dasar Taimei akan mengenakkan seragam seharga 80.000 yen (Rp10 juta) buatan desainer Italia, Armani.

Keputusan sekolah untuk mengganti seragam lamanya tanpa berkonsultasi dengan orang tua siswa telah memicu kemarahan di seantero Jepang, dan bahkan masalah tersebut dibahas di Parlemen Jepang pekan lalu, dengan seorang anggota parlemen oposisi mencatat bahwa seragam sekolah seharga 80.000 yen (Rp10 juta) lebih mahal daripada kebanyakan setelan jas bisnis. Keputusan Taimei untuk mengenalkan pakaian mewah yang harganya hampir tiga kali lipat dari seragam lama dinilai merupakan langkah yang tidak perlu dan elitis.

Seragam sekolah standar di Sekolah Dasar Taimei menghabiskan biaya sekira 17.000 yen (Rp2,1 juta) untuk anak laki-laki dan 19.000 yen (Rp2,4 juta) untuk anak perempuan, dan sudah termasuk jaket, celana atau rok, baju atau blus, dan topi. Namun, pakaian Armani baru yang sudah lengkap (tas sekolah, rompi, sweter dan kaus kaki), menghabiskan biaya biaya 80.000 yen ($ 10 juta).

Kepala Sekolah Taimei Toshitsugu Wada, mengirimkan sebuah surel kepada komunitas sekolah, menjelaskan bahwa keputusannya dimaksudkan untuk memperkuat identitas sekolah tersebut sebagai “andalan Ginza”. Banyak orang tua menanggapi dengan surel ke dewan pendidikan setempat, mengeluh tentang biaya seragam yang berlebihan.

Sebenarnya, dewan pendidikan Ginza menekankan bahwa seragam sekolah tidak diwajibkan. Namun, memakainya dianggap “keinginan”, dan saat ini hampir semua siswa memakai seragam. Dengan demikian, banyak yang mengkritik keputusan Kepala Sekolah Wada karena memilih opsi yang begitu mahal, dengan beberapa orang mengklaim bahwa hal itu seperti “mengatakan tidak pada orang miskin”.

Terlepas dari semua kontroversi terkait keputusannya, Toshitugu Wada dari Taimei mengatakan kepada kantor berita Jepang bahwa dia merasa telah membuat pilihan yang tepat. Ditanya apakah ada kemungkinan untuk membatalkan seragam Armani baru dan tetap menggunakan seragam standar, Wada, mengatakan bahwa seragam lama tidak lagi diproduksi.

“Saya membuat keputusan untuk masa depan SD Taimei. Saya mengerti dengan keluhan tentang kurangnya penjelasan dan pengumuman yang terlambat, dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjelaskannya dengan benar (untuk memberikan pemahaman)” tulis Wada baru-baru ini di situs sekolah Taimei.
Seragam Armani baru dijadwalkan akan diperkenalkan di Sekolah Dasar Taimei pada bulan April.

sumber: Kyodo News

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.