Lebih Dari 700 Ribu Aplikasi Nakal Dihapus Dari Google Play Store Tahun Lalu

Reporter : | 31 Jan, 2018 - 6:48 pm WITA

Google Play Store, Google ,

(foto: Phonearena)

MANADOTODAY.CO.ID – Tidak banyak platform online yang bisa dibandingkan dengan Google Play Store. Diperkirakan bahwa layanan distribusi digital Android telah menampung lebih dari 3,5 juta aplikasi, dengan ribuan penawaran baru diupload setiap hari. Dengan jumlah sebanyak ini, tampaknya agak sulit untuk menjaga toko aplikasi bebas dari perangkat lunak berbahaya. Namun, sepertinya Google punya komitmen tinggi untuk melindungi pengguna mereka dari aplikasi-aplikasi nakal.

Sebuah postingan baru-baru ini di Android Developers Blog, mengungkapkan bahwa Google telah menghapus lebih dari 700.000 aplikasi yang melanggar kebijakan Google Play selama setahun terakhir. Meningkat 70% dibandingkan tahun 2016. Meskipun ini terdengar mengesankan, perlu diketahui bahwa 99% dari aplikasi ini dihapus atau ditolak sebelum ada yang mendownload dan menginstalnya.

Lebih jauh lagi, 100.000 pengembang nakal telah diberikan ‘kartu merah’, dengan perusahaan menyatakan bahwa pihaknya telah membuatnya mereka “lebih sulit” untuk membuat akun baru agar tidak lagi menerbitkan konten berbahaya tambahan.

Pengelola Produk Google Play Andrew Ahn, mengungkapkan jenis aplikasi nakal yang paling umum adalah Copycats atau peniru. Pembuat aplikasi semacam ini mencoba mengumpulkan pengguna dengan meniru nama aplikasi populer. Lebih dari 250.000 aplikasi tiruan telah dihapus pada tahun 2017.

Aplikasi yang mengandung atau mempromosikan konten pornografi, kekerasan ekstrim, kebencian, atau konten lain yang tidak pantas, juga ada dalam daftar hitam Google. Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, adalah aplikasi berbahaya yang mengandung atau bertindak sebagai trojan, serangan phishing, atau eksploitasi lainnya. Penerapan Google Play Protect telah mengurangi separuh jumlah pemasangan aplikasi seperti ini, dengan perusahaan mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan investasi besar dalam metode pengamanan baru untuk mencegahnya keluar dari Play Store.

sumber: phonearena.com

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.