Mengenal Supermoon, Gerhana Bulan Darah dan Gerhana Bulan Darah Biru

Reporter : | 29 Jan, 2018 - 9:35 pm WITA

Supermoon, Gerhana Bulan Darah ,Gerhana Bulan Darah Biru, super blood blue moon 2018

(foto: Reuters)

MANADOTODAY.CO.ID – Para penggemar bulan tampaknya akan sangat berterima kasih pada bulan Januari, pasalnya akan ada dua supermoon yang muncul dalam satu bulan.

Supermoon pertama tahun 2018, terjadi pada malam Tahun Baru, dan yang kedua akan berlangsung pada hari Rabu, 31 Januari, gerhana bulan darah biru – sesuatu yang menurut para ahli belum pernah terjadi selama 150 tahun.

Apa itu supermoon?

Supermoon muncul di langit saat bulan purnama berada pada titik terdekatnya dengan Bumi di orbitnya, yang disebut perigee.

Bulan mengorbit mengelilingi Bumi dalam elips – menjaga jarak rata-rata dari Bumi sekira 227.000 mil. Namun, orbit bulan bervariasi di dekat Bumi setiap bulan, dari sedikit lebih dekat (perigee) untuk menjauh (apogee).

Selama supermoon, bulan akan tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari bulan purnama normal.

Ada 12-13 bulan penuh setiap tahun, tapi hanya 3 atau 4 yang digolongkan sebagai supermoon.

Istilah ini diciptakan oleh Ahli Bintang asal AS Richard Nolle pada tahun 1979, dan ia mendefinisikannya sebagai: “Bulan baru atau bulan purnama, terjadi saat bulan berjarak (mendekati 90%) dengan Bumi dalam orbit.”

Apa itu gerhana bulan darah biru?

Fenomena ini terjadi saat ada dua supermoon dalam satu bulan kalender.

Nama gerhana bulan darah biru, diambil dari sebuah ungkapan “sekali dalam bulan biru” – yang menggambarkan betapa jarangnya peristiwa tersebut.

Meski namanya bulan biru, namun ini tidak ada hubungannya dengan warna, dan tidak ada perubahan warna biru pada bulan.

Apa itu gerhana bulan?

Gerhana bulan total – atau bulan darah – terjadi saat matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis yang sama, menyebabkan bayangan bumi menghalangi sinar matahari.

Bulan darah, dinamakan demikian karena cahaya merah yang dipancarkan bulan selama gerhana total atau parsial. Hal ini terjadi karena sinar matahari yang melewati atmosfer bumi. Gerhana bulan dalam satu tahun bisa muncul antara tidak ada sampai tiga kali.

Orang-orang di belahan barat belum pernah melihat gerhana total bulan biru sejak 1866. Namun, orang-orang di belahan timur melihat fenomena langka tersebut pada tahun 1982.

sumber: dailystar.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.