Die With Me, Aplikasi yang Hanya Bisa Digunakan Saat Baterai Ponsel Tersisa 5%

Reporter : | 24 Jan, 2018 - 6:40 pm WITA

Die With Me, aplikasi perpesanan baru, aplikasi unik, aplikasi Die With MeMANADOTODAY.CO.ID – Mulai dari Whatsapp, Line sampai BBM, kita sekarang banyak disuguhi pilihan saat berhubungan dengan aplikasi perpesanan. Pasar yang kompetitif ini membuat para pesaing baru harus putar otak agar bisa membuat sesuatu yang sama sekali baru. Dan muncullah “Die With Me,” aplikasi perpesanan baru yang hanya bisa digunakan bila smartphone milik anda memiliki baterai 5% atau kurang.

Aplikasi Die With Me, memungkinkan orang asing dengan baterai sekarat untuk masuk ke chatroom online dan berkomunikasi dengan orang lain sambil menunggu perangkat mati. Seperti yang dikatakan oleh para pengembang aplikasi dengan kata puitis, “mati bersama di chatroom dalam perjalanan menuju perdamaian offline.”

Menggunakan Die With Me tidak semata-mata hanya memilih nama pengguna dan membiarkan aplikasi membaca status baterai anda. Gagasan di balik aplikasi ini adalah mengubah pengalaman frustrasi saat detik-detik terakhir baterai smartphone menjadi pengalaman yang positif.

“Saya berada di kota yang asing dalam perjalanan kembali ke hotel, dan baterai ponsel saya rendah. Saya benar-benar stres karena sudah menjelang malam. Pada saat itu, saya punya ide untuk sebuah aplikasi yang hanya bisa anda gunakan saat anda memiliki baterai rendah. Tapi saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya sampai kami menemukan ide untuk menjadikannya ruang obrolan umum. ” kata pengembang Depoorter Dries kepada Digital Trends.

“Kami ingin melakukan sesuatu yang positif dengan baterai rendah. Sekarang kita bisa melihat beberapa orang bahagia saat baterai ponsel miliknya rendah, memiliki percakapan dengan baterai rendah.”tambahnya.

Versi beta dari aplikasi ini dipamerkan oleh salah satu pengembang David Surprenant dari Kanada di International Documentary Film Festival Amsterdam. Ide mereka diterima dengan baik saat itu, tapi duo ini memiliki kesulitan saat merilis Die With Me di Apple Store.

“Kami menerima banyak panggilan telepon dari Apple terkait aplikasi ini. Untuk Android, sangat sederhana; mereka tidak memiliki proses peninjauan yang sulit. Tapi Apple berbeda. Kami pikir iOS App Store benar-benar membunuh kreativitas, dan kami tahu banyak pengembang memiliki masalah serupa.”jelas Depoorter.

Menurut Depoorter, aplikasi sejauh ini telah merekam lebih dari setengah juta pesan percakapan di seluruh dunia, dengan rata-rata delapan orang di chatroom pada waktu tertentu. Depoorter juga mengatakan bahwa dia dan Surprenant berniat membuat sebuah buku yang mencatat beberapa pesan menarik.

sumber: Digital Trends

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.