Leher Pria Ini Pecah Karena Coba Menahan Bersin

Reporter : | 19 Jan, 2018 - 11:53 am WITA

Menahan Bersin, bahaya Menahan Bersin,  emfisema subkutan ,pneumomediastinum,

(foto: BMJ Case Reports)

MANADOTODAY.CO.ID – Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa di jurnal BMJ Case Reports, melaporkan kasus aneh dan agak menakutkan dari seorang pria Inggris berusia 34 tahun yang mematahkan tenggorokannya karena menahan bersin yang sangat kuat. Pria itu berusaha menahan bersin dengan cara “memencet hidung dan menutup mulutnya”, yang sepertinya tidak seharusnya dilakukan.

Kekuatan bersin kembali ke tenggorokan dan merusak faringnya, bagian tenggorokan tepat di atas laring dan kerongkongan. Awalnya dia tidak adanya menyadari kerusakan, tapi setelah merasa suaranya telah berubah dan tenggorokannya sakit saat menelan, dia tahu ada yang tidak beres. Lehernya juga mulai membengkak, dan setiap kali bergerak, dia merasa tidak nyaman dan berderak.

Dia kemudian pergi ke unit gawat darurat di British Leicester Royal Infirmary, dimana dokter menggunakan sinar-X mengungkapkan bahwa bersin telah membuat tenggorokannya pecah sehingga gelembung udara bisa masuk ke jaringan dan otot dadanya, sebuah kondisi yang dikenal sebagai emfisema subkutan dan pneumomediastinum, menyebabkan sensasi meletus dari leher. Dokter harus segera mengambil tindakan cepat karena ruptur membuat pria tersebut berisiko mengalami komplikasi seperti infeksi leher dalam.

“Itu kuat. Kita benar-benar meniup bersin pada 40 mph. Debit bisa pergi sejauh 20 kaki dan dikatakan bahwa ada 40.000 tetesan bisa keluar saat anda bersin dengan mulut dan hidung” kata ahli alergi Eli Meltzer kepada Nancy Shute dari NPR.

Pria itu menggunakan tabung makanan dan diberi antibiotik intravena untuk melindunginya dari infeksi sampai pembengkakan dan rasa sakit mereda. Setelah seminggu pulih, dia meninggalkan rumah sakit dengan “saran untuk menghindari memencet kedua lubang hidung saat bersin,” kata laporan tersebut.

sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.