Survey: Satu dari Empat Atheis Memohon Bantuan Tuhan Saat Dalam Kesulitan

Reporter : | 15 Jan, 2018 - 12:46 pm WITA

Atheis , Tuhan , fakta Atheis

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Sebuah survei baru telah mengungkapkan bahwa satu dari empat orang yang tidak beriman, berdoa saat dihadapkan pada masa-masa sulit, meskipun bersikeras bahwa mereka tidak percaya akan adanya Tuhan.

Bagi atheis dan agnostik, krisis atau tragedi pribadi adalah alasan paling umum bagi mereka untuk berdoa, dengan seperempat mengakui bahwa mereka berdoa agar merasa nyamanan atau saat merasa kesepian.

Kehadiran umat yang masuk gereja di Inggris turun dari 6,5 juta orang menjadi lebih dari 3 juta antara tahun 1980 dan 2015, menurut situs Faith Survey.

Namun, lebih dari separuh orang dewasa di Inggris berdoa secara teratur, meski hanya satu dari tiga orang berdoa di gereja, menurut sebuah survey yang dilakukan oleh ComRes atas nama agen bantuan Kristen, Tearfund.

Sepertiga orang berdoa di pagi hari atau sebelum mereka tidur. Orang-orang juga cenderung meminta bantuan dari Tuhan saat memasak atau berolahraga.

Dan satu dari lima berdoa sambil mengerjakan tugas rumah tangga, sementara 15 persen berdoa saat waktu senggang.

Namun, dari mereka yang berdoa, kurang dari setengah berpikir Tuhan benar-benar mendengar doa mereka.

Dari beragam pokok doa, keluarga menempati urutan daftar teratas. Lebih dari 70 persen doa menyebutkan keluarga. 42 persen doa bersyukur kepada Tuhan, sementara 40 persen meminta penyembuhan dan 40 persen lainnya termasuk mendoakan teman.

“Kita tidak boleh terkejut dengan temuan baru-baru ini, yang mencerminkan kerinduan manusia akan misteri dan cinta Tuhan di tengah pengalaman kehidupan sehari-hari,” kata Rachel Treweek, Uskup Gloucester kepada The Guardian.

Uskup Agung Canterbury, Isabelle Hamley, mengatakan bahwa doa adalah ‘terutama garis komunikasi dengan Tuhan – berpikir, mencerminkan, membawa perhatian dan kekhawatiran seseorang ke dalam gambaran yang lebih besar’

Ruth Valerio dari Tearfund, mengatakan bahwa doa masih penting bagi kehidupan orang-orang di Inggris.

“Meskipun seringkali lebih mudah untuk mendoakan keluarga, kami ingin mendorong orang-orang untuk terus terlibat dalam isu global dan berdoa untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem.”kata Valerio.

sumber: The Guardian

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.