Sangat Suka Warna Putih, Presiden Turkmenistan Larang Mobil Hitam

Reporter : | 11 Jan, 2018 - 10:36 am WITA

Turkmenistan , Gurbanguly Berdymukhammedov, mobil hitam

Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov (foto: Kremlin.ru)

MANADOTODAY.CO.ID – Tahun baru mungkin juga bisa bearti mobil baru bagi sebagian besar pemilik mobil hitam di negara Turkmenistan. Menurut laporan, polisi di ibukota Ashgabat menyita mobil berwarna hitam tanpa peringatan atau penjelasan sejak Hari Tahun Baru. Polisi mulai mengembalikan kendaraan yang disita kepada pemiliknya beberapa hari yang lalu, namun hanya jika mereka setuju untuk menandatangani dokumen yang mewajibkan mereka untuk mengecat ulang mobil-mobil itu dengan warna putih atau warna terang lainnya.

Pada Januari 2018, mobil-mobil hitam telah dicap ilegal di kota Ashgabat, Turkmenistan. Menurut beberapa sumber independen, polisi mulai menarik mobil-mobil hitam dari tempat parkir pada tanggal 1 Januari, bahkan tanpa repot-repot memberi tahu pemiliknya dan pemerintah belum memberikan penjelasan terkait aturan baru tersebut. Lelah menunggu pengumuman resmi, beberapa pemilik mobil menghubungi polisi dan diberi tahu bahwa mereka hanya diperbolehkan mengambil kendaraan jika mereka menandatangani dokumen yang mewajibkan mereka untuk mengecat ulang mobil-mobil itu dengan warna putih.

Negara yang terletak di Asia Tengah tersebut diketahui melarang impor mobil-mobil hitam pada tahun 2015, dan petugas bea cukai pada saat itu tidak dapat menawarkan penjelasan apapun selain bahwa “warna putih membawa keburuntungan”. Pada bulan November tahun 2017, pejabat pemerintah diperintahkan hanya boleh menggunakan mobil putih.

Tapi mengapa hitam dilarang dan putih begitu dipuja di Turkmenistan? Nah, seperti yang diulas RadioFreeEuropRadioLiberty dalam sebuah artikel tahun 2015, “putih telah lama menjadi ciri kultus kepribadian yang disusun dengan hati-hati oleh Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov. Mantan dokter gigi itu telah menghiasi ibukotanya Ashgabat dengan marmer putih, pengunggang kuda putih, dan tampil dengan warna putih di tengah karpet putih dan rangkaian bunga putih. Tidak ada tempat berwarna hitam di utopia putih, sehingga pemilik mobil hitam harus mau tidak mau harus mengganti warna mobil mereka.

Sayangnya, peraturan baru tersebut sangat berdampak bagi banyak pemilik mobil hitam di Ashgabat. Mengecat mobil sangat mahal, karena sejak peraturan tersebut tersebut luas, harga pengecetan melonjak tinggi.

“Ketika saya datang ke layanan mobil, saya diberitahu bahwa mengecat ulang mobil saya akan menelan biaya 7.000 manat, tapi dalam seminggu harganya akan naik menjadi 11.000 manat,” kata seorang wanita Ashgabat yang mobilnya disita kepada Radio Azatlyk.
“Gajiku 1.000 manat, jadi kalaupun saya menabung, saya terpaksa menghabiskan seluruh penghasilan tahunan untuk mengecat mobil.”tambahnya.

Sementara pemerintah Turkmenistan mungkin tidak akan pernah secara resmi mengakui bahwa larangan mobil hitam dikaitkan dengan preferensi pribadi Presiden Berdymukhammedov, sumber anonim di pemerintah telah mengatakan kepada Radio Free Europe bahwa keputusan untuk mengganti warna mobil dikaitkan dengan cinta Berdymukhamedov akan warna putih.

sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.