Dikira Pesawat Alien, Ternyata Ini Sebenarnya Batu Raksasa Bergerak Mendekati Bumi

Reporter : | 19 Des, 2017 - 4:44 pm WITA

Alien, Oumuamua , Queen's University,Dr Michele Bannister,

Oumuamua (foto: ESO/M.Kornmesser)

MANADOTODAY.CO.ID – Awal bulan ini, sebuah batu ruang angkas seukuran gedung pencakar langit terbang menuju tata surya kita, memicu klaim bahwa itu adalah pesawat ruang angkasa yang dikirim oleh alien.

Tapi, sebuah penelitian baru meragukan teori tersebut, dan sebaliknya, menunjukkan bahwa objek yang diberi nama Oumuamua tersebut, hanyalah bongkahan batu tua yang berkerak.

Para ilmuwan telah menganalisis komposisi batu tersebut, dan bependapat bahwa batu dilapisi kerak khusus yang memungkinkannya menahan suhu di atas 300° C tanpa menguap.

Temuan ini menunjukkan bahwa Oumuamua adalah ‘benda alami’, dan bukan pesawat ruang angkasa alien seperti yang dikatakan sebelumnya.

Bongkahan batu awal bulan lalu, membuat banyak ilmuwan mempertanyakan apakah itu adalah tanda kehidupan asing.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Profesor Stephen Hawking, dalam sebuah program bernama Breakthrough Listen, bahkan menggunakan pemindai berteknologi tinggi untuk mengetahui apakah benda itu dikirim oleh peradaban alien, walaupun mereka juga tidak dapat menemukan bukti adanya hal ini.

Sekarang, para peneliti dari Queen’s University, Belfast, percaya bahwa mereka telah membuat ‘pengamatan kunci’ tentang apa sebenarnya batu tersebut.

Dr Michele Bannister, yang penelitiannya dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters minggu ini, mengatakan bahwa batu ‘terlihat sangat mirip dengan dunia mungil dari sistem rumah kita sendiri’.

Dia menyamakan efek sinar matahari pada benda merah keabu-abuan dengan kue yang dipanggang dalam oven.

“Benda ini melewati matahari dan dipanaskan seperti memasak kue yang enak dalam oven. Itu sebenarnya tidak terlalu panas. Komposisi permukaan konsisten dari lapisan bahan isolasi, jadi ada sesuatu di sepanjang garis debu dan pasir, mungkin senyawa organik.”kata Bannister.

“Kami tidak tahu bahwa interiornya mengandung es, tapi jika mengandung es, pasti terisolasi oleh lapisan di permukaan.”tambahnya.

Oumuamua dianggap sebagai asteroid, namun bentuknya yang seperti cerutu, sangat tidak biasa untuk sebuah batuan antariksa.

“Lapisan setebal setengah meter dari bahan kaya organik dapat melindungi interior seperti komet yang kaya air dari penguapan saat benda itu dipanaskan oleh sinar matahari, meski dipanaskan sampai lebih dari 300 derajat celcius.” kata Profesor Alan Fitzsimmons, yang juga berbasis di Queen’s dan makalah penelitiannya yang terpisah diterbitkan di Nature Astronomy.

Penelitian ini adalah yang terbaru dalam serangkaian makalah yang diterbitkan tentang batu tersebut, objek pertama yang ditemukan di tata surya yang tampaknya berasal dari galaksi lain.

sumber: dailymail.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment