Pemprov Sulut Bantu Gereja Germita Lungkangunaung Yang Terbakar di Beo Selatan Talaud

Reporter : | 16 Des, 2017 - 8:10 pm WITA

bantuan kebakaran

Kepala Dinas Sosial Sulut dr. Grace Punuh, menyerahkan bantuan untuk GERMITA Lungkangunaung di Desa Matahit, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud.

TALAUD, (manadotoday.co.id) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dibawa pimpinan Gubernur Olly Dondokambey, langsung bergerak cepat mendengar terjadinya bencana kebakaran yang menimpa Gedung Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) Lungkangunaung di Desa Matahit, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (13/12/2017) siang.

Olly langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dr. Grace Punuh, bersama tim untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.

Dihadapan para masyarakat, Punuh didampingi jajaran Pemkab Talaud termasuk Wakil Bupati Talaud Petrus Tuange menyatakan rasa prihatinnya atas peristiwa tersebut, dan dirinya berharap agar mayarakat Talaud dapat sabar serta diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Pada kesempatan itu juga Grace memberikan bantuan tenda yang diterima langsung Wakil Bupati Tuange.

“Ini bentuk kepedulian dari OD-SK dalam merespon setiap keadaan yg terjadi pada masyarakat di daerah nyiur melambai tercinta,” ujar Punuh saat melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran.

Ia menerangkan, bantuan yang diberikan Pemprov Sulut adalah untuk membantu masyarakat melewati masa awal pasca terjadinya bencana kebakaran itu.

“Kehadiran kami disini selain mengunjungi kami juga merasakan apa yang dialami masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulut kepada warganya, yakinlah, kami akan selalu hadir disaat warga masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Nurce Araginggang, mengatakan, jumlah kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai satu miliar rupiah.

Diketahui, kebakaran siang itu diketahui pertama kali oleh Veronika Lengsehang (38), warga desa setempat. Dituturkannya kepada petugas, ia melihat asap keluar dari kabel listrik yang tersambung ke gereja.

Saat itu juga, saksi melihat api mulai menyala di plafon gereja bagian depan. Ia lalu berlari menuju pastori yang berada di samping gereja untuk memberitahukan kejadian ini kepada pendeta gereja setempat.

Dalam waktu singkat, warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin siang itu cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar hingga menghanguskan plafon serta bangunan gereja.

Sesaat usai mendapat laporan dari warga, Kapolsek Beo, AKP Atoneng Dalehade bersama beberapa personel bergegas mendatangi lokasi kebakaran. Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Talaud juga tiba untuk melakukan olah TKP.

Dikatakan Kapolsek Beo, kebakaran ini diduga akibat kabel listrik yang mengalami korsleting.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini,” ujarnya.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment