Perhatian Wanita Hamil, Wi-fi dan Smartphone Bisa Buat Anda Keguguran

Reporter : | 15 Des, 2017 - 12:50 pm WITA

Keguguran,  Wanita Hamil, info sehat, pengaruh Smartphone pada kehamilan

(foto: pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Wi-fi dan ponsel bisa meningkatkan risiko wanita hamil mengalami keguguran hampir 50 persen, sebuah penelitian baru mengungkapkan.

Medan magnet (MF) non-pengion radiasi, yang juga dilepas oleh saluran listrik dan tower seluler, telah diketahui memberi tekanan pada tubuh, menyebabkan kerusakan genetik yang dapat menyebabkan wanita hamil mengalami keguguran.

Mereka yang terpapar radiasi MF tingkat tinggi, 48 persen lebih mungkin kehilangan bayi daripada wanita yang terpapar dengan jumlah terendah, menurut penelitian di AS.

Radiasi MF, sebelumnya telah dikaitkan dengan kanker dan telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk dipelajari karena pengaruhnya terhadap kehamilan.

Peneliti dari Divisi Riset Kaiser Permanente di Oakland, California, menganalisis 913 wanita hamil pada berbagai tahap kehamilan mereka.

Beberapa peserta penelitian sebelumnya pernah mengalami setidaknya satu keguguran. Semua peserta membawa alat EMDEX Lite meter, yang mengukur paparan radiasi MF, selama 24 jam. Hasil kehamilan diikuti selama masa gestasi mereka.

Hasil menunjukkan wanita hamil dengan paparan radiasi MF tertinggi memiliki risiko 48 persen lebih besar mengalami keguguran daripada mereka dengan tingkat paparan terendah.

Di antara wanita hamil yang terpapar radiasi MF tertinggi, 24,2 persen mengalami keguguran dibandingkan dengan 10,4 persen dari mereka yang terpapar dengan jumlah terendah.

“Studi ini memberikan bukti dari populasi manusia bahwa radiasi non-pengion medan magnet dapat memiliki dampak biologis yang merugikan kesehatan manusia. Kami berharap temuan dari penelitian ini akan merangsang penelitian tambahan yang sangat dibutuhkan terhadap bahaya lingkungan yang potensial bagi kesehatan manusia, termasuk kesehatan ibu hamil.” kata Pemimpin Penelitian Dr De-Kun Li.

Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

sumber: dailymail.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.