Daerah Ini Telah Terbakar Selama Lebih Dari 100 Tahun dan Tidak Pernah Padam

Reporter : | 13 Des, 2017 - 4:43 pm WITA

batubara , batubara india, tambang batu bara Jharia,

(foto: TripoStories-AB/Wikimedia Commons)

MANADOTODAY.CO.ID – Salah satu cadangan batubara terbesar di India, tambang batu bara Jharia, yang terletak di distrik Dhanbad, Jharkhand, merupakan salah satu tempat yang paling lama terbakar di dunia. Daerah ini telah terbakar terus menerus selama lebih dari 100 tahun.

Pertambangan seluas lebih dari 100 mil persegi tersebut, dimulai pada akhir 1800-an, di bawah pemerintahan Inggris. Api pertama  terdeteksi terjadi pada tahun 1916, namun pada tahun 1980-an lebih dari 70 titik api muncul, dan tidak ada satupun yang bisa padam.

Karena sumber berada di bawah tanah, api dibiarkan berkobar dengan harapan akan padam dengan sendirinya. Sayangnya, operasi penambangan baru di tahun 1973 menahan harapan itu.

Pada tahun itu, Bharat Coking Coal Ltd (BCCL), anak perusahaan milik negara Coal India, memulai operasi penambangan opencast skala besar sebagai metode penambangan yang cepat dan hemat biaya. Aktivis lokal Ashok Agarwal menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa inilah saat kebakaran terjadi dengan konsekuensi bencana.

“Idenya adalah mereka akan mendapatkan batu bara dengan cepat dan murah … tapi, sudah pernah ada aktivitas tambang bawah tanah sebelumnya di sini. Jadi sudah ada banyak ruang-ruang. Dasar ruangan selalu penuh dengan batu bara kecil, dan itu terbakar. Ketika anda ingin membuat pertambangan terbuka di mana telah ada tambang bawah tanah sebelumnya, anda seperti membuka tutup ruangan dan kemudian arus udara di dalam keluar, menghasilkan api yang besar.” jelas Agarwal.

Aliran oksigen ke dalam dasar pertambangan membakar bara sampai menjadi api besar, beberapa di antaranya tercatat setinggi 60 kaki. Banyak api dipicu pembakaran spontan yang disebabkan oleh oksidasi mineral.

Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 37 juta ton batu bara bernilai miliaran dolar, hilang percuma karena kebakaran yang tidak terkendali, dengan 1,4 miliar metrik ton lainnya tidak dapat diakses karena kebakaran.

Meskipun demikian, ditambah emisi karbon yang disebabkan oleh api, pemerintah India dilaporkan bermaksud untuk meningkatkan produksi di daerah tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi diduga melakukan langkah-langkah untuk memadamkan api, namun dengan tujuan memperluas produksi batubara.

Sementara itu, penduduk Bhulan Bararee, sebuah desa dekat dengan lokasi pertambangan, hidup mereka seperti di neraka.

“Tanahnya begitu panas, bahkan berjalan dengan sepatu hampir tidak mungkin. Hampir semua orang di sini sakit. Pihak berwenang meminta warga desa untuk meninggalkan rumah mereka dan pergi. Tapi kebanyakan orang takut kehilangan mata pencaharian, “Mohammad Nasim Ansari, seorang penduduk, mengatakan kepada YourStory.

Batubara yang terbakar melepaskan gas dan partikel beracun ke udara. Kebakaran di bawah tanah juga menyebabkan lubang pembuangan besar-besaran yang telah merenggut banyak nyawa selama bertahun-tahun.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.