Waspada, Kecelakaan Motor Paling Banyak Terjadi Saat Malam Bulan Purnama

Reporter : | 12 Des, 2017 - 6:05 pm WITA

Malam Bulan Purnama, Kecelakaan Motor

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Kecelakaan sepeda motor paling banyak terjadi saat malam bulan purnama, sebuah penelitian menemukan.

Hal ini karena pengendara sepeda motor sering terganggu karena bulan yang muncul tiba-tiba dari balik sebuah bangunan atau bukit.

Para ahli mengatakan bahwa mereka terganggu oleh ‘rasa takjub’ yang membuat mereka melakukan kesalahan fatal dengan mengalihkan pandangan dari jalan.

Sebuah studi yang menganalisis kecalakan fatal selama tiga dekade di Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia, menemukan adanya tambahan dua kecelakaan saat bulan purnama.

Saat malam hari dengan ‘supermoon’, dimana bulan tampak lebih besar karena lebih dekat ke Bumi, kemungkinan pengendara sepeda motor untuk kecelakaan lebih tinggi lagi.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Donald Redelmeier daru University of Toronto, menyoroti pentingnya perhatian konstan saat berkendara, terutama saat bulan purnama.

“Strategi tambahan saat mengendarai mungkin termasuk mengenakan helm, mengaktifkan lampu depan, memeriksa permukaan jalan, cuaca, mewaspadai kendaraan yang berputar, dan mematuhi undang-undang lalu lintas.”kata Redelmeier.

Data dari daftar resmi kecelakaan kendaraan bermotor AS, untuk tahun 1975 sampai 2014 menunjukkan, secara keseluruhan, 4.494 kecelakaan fatal terjadi pada 494 malam dengan bulan purnama.

Hasil serupa ditemukan di Inggris, di mana 309 dari 1.414 kecelakaan sepeda motor fatal, terjadi saat malam bulan purnama.

“Secara khusus, bulan purnama mengalihkan pandangan pengendara sepeda motor dari jalan, yang bisa mengakibatkan hilangnya kontrol. Bulan purnama juga bisa menyebabkan perubahan perilaku lalu lintas di sekitarnya, seperti mengganggu pengendara kendaraan lain atau pejalan kaki yang tidak melihat sepeda motor yang akan datang.”tambah peneliti.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Toronto dan Princeton University ini dipublikasikan di jurnal BMJ.

sumber: dailymail.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.